8 Upacara Adat Jawa Timur Lengkap dengan Gambar dan Penjelasannya

0 1,836

Setelah mendalami macam macam tradisi jawa, sekarang kita akan mendalaminya lagi di jawa timur. Jawa Timur merupakan bagian dari pulau jawa yang memiliki banyak keragaman. Berbagai macam keragaman masih begitu di hormati. Di daerah ini, terdapat berbagai macam daerah dengan keunikannya tersendiri. Salah satunya yaitu pada beberapa upacara adat. Setiap upacara adat tentu memiliki arti dalam pelaksanaanya. Nah, apakah anda semua sudah tahu upacara adat jawa timur? Jangan khawatir, kami akan mengulasnya secara lengkap untuk anda.

Sebagian masyarakat Jawa Timur masih percaya akan keberuntungan. Beberapa upacara adat istiadat jawa Timur yang dijalankan tentu memiliki fungsinya masing-masing. Bahkan, sampai saat ini masyarakat masih tetap konsisten dalam mempertahankan upacara yang ada. Upacara adat sudah di ibaratkan sebagai kebiasaan yang akan tetap berjalan. Di  daerah Jawa Timur juga terdapat cukup banyak upacara adat. Inilah upacara adat Jawa Timur yang masih tetap berkembang,

Upacara Adat Jawa Timur

Beberapa upacara adat di daerah Jawa Timur memiliki keunikan dan artinya masing-masing. Simak lebih jelasnya dibawah ini.

  1. Labuh Sesaji

Upacara Adat Jawa Timur Labuh SesajiMerupakan upacaa adat yang cukup terkenal. Sudah pasti, sebagai masyarakat Jawa Timur ada yang mengenalnya. Upacara adat ini dilakukan di daerah telaga Sarangan. Labuh sesaji memiliki artian sebagai ucapan terimakasih kepada Tuhan Yang Mhasa Esa atas segala berkah yang diberikan. Terutama, atas sumber kaya alam yang begitu melimpah.

Masyarakat jawa Timur percaya bahwa telaga sarangan ialah hadiah yang diberikan oleh tuhan. Karena, telaga ini begitu membantu dalam memberikan kemakmuran bagi keluarga sekitar. Terutama, bagi masyarakat magetan yang berada di wilayah tersebut. Upacara adat ini di selenggarakan pada bulan Rumah, hari Jum’at Pon. Tertarik ingin melihatnya?

  1. Nakokake

NakokakeNakokake Ialah adat upacara Jawa Timur yang digunakan dalam prosesi pelamaran. Pelamaran yang dilakukan yaitu dari pihak laki-laki ke pihak perempuan. Secara bahasa, “Nakokake” memiliki artian sebagai menanyakan kondisi pujaan hati. Apakah sang pujaan hati sudah memiliki pendamping atau belum. Hal ini penting agar mengatuhi status secara jelas terlebih dari orang tuanya langsung.

Dalam hal ini , wanita dapat menjawab sesuai pada statusnya. Jika wanita dalam kondisi single, maka akan diteruskan. Nakokake dilakukan dengan cara mengirimkan wali ke rumah sang gadis. Dengan begitu, akan mengetahui status dengan benar. Kemudian, utusan akan menyampaikan ke keluarga besar yang bersangkutan.

  1. Larung Ari-ari

Larung Ari-ariDi daerah Jawa Timur masih banyak yang menjalankan upacara adat ini. Merupakan upacara adat yang digunakan untuk melarungkan ari-ari jabang bayi. Tidak hanya ari-ari saja, melainkan menggunakan kendil, bunga 7 rupa, kain putih serta jarum ke laut. Upacara ini sudah ada sejak zaman dahulu dan masih di teruskan oleh beberapa masyarakat.

Dalam melakukan pelarungan ari-ari, akan di iringin tembang macapat. Tembang macapat yang digunakan ayitu Dhandhang Gula. Setelah proses pelarungan selesai, maka dilanjutkan dnegan merayakan kelahiran dari bayi dengan meriah.  Masyarakat percaya bahwa dengan menjalani proses ini maka akan lebih menghargai bayi di kemudian hari.

  1. Temu Manten Pegon

Temu Manten PegonUnik ! Ada upacara adat yang mempertemukan pihak laki dan pengantin perempuan dengan cara berbeda. Biasanya, dalam proses pernikahan maka dilakukan secara sederhana. Namun, di daerah Surabaya jawa Timur ada upacara berupa temu manten pegon. Upacara ini sudah cukup di kenal seluruh masyarakat Jawa Timur. Dimana, pengantin akan di rias sedemikian rupa.

Tidak tanggung-tanggung, riasan yang digunakan yaitu memiliki kultur budaya arab, belanda, jawa dan cina. Hal ini untuk menghargai berbagai macam etnis yang ada terutama di Indonesia. Kemudian, setelah proses pertemuan tersebut pengantin pria akan di arak menuju rumah wanita. Dikelilingi dengan rombongan dan tentunya banyak yang melihatnya Dijamin, sangat meriah !

  1. Kasada

Upacara Adat Jawa Timur KasadaPada bulan purnama, masyarakat Jawa Timur akan menjalankan upacara adat berupa kasada. Upacara adat ini memiliki artian untuk memohon panen yang berlimpah. Selain itu, sebagian masyarakat percaya sebagai pemohon atas penyakit yang sukar di sembuhkan. Masyarakat cukup antusias dalam mengikuti tradisi masyarakat jawa timur ini. Bahkan, beberapa masyarakat dari daerah lain juga ikut serta.

Proses yang berjalan yaitu sesaji yang telah di buat, kemudian di lemparkan ke arah gunung Bromo. Kemudian, masyarakt lainnya akan berebut beberapa sesaji yang terjatuh ke arah bawah. Bahkan, dalam aksi perebutan ini cukup banyak yang berminat. Karena, kepercayaan yang membuat mereka ingin memperoleh keberkahan. Tertarik melihatnya secara langsung?

  1. Pening Setan

Pening SetanUpacara adat jawa timur yang ke 6 yaitu pening setan. Apakah anda sudah mengenal upacara yang sat ini? Perlu anda ketahui, bahwa peningsetan merupakan lanjutan dari proses Nakokake. Dimana, jika wanita menjawab masih single maka akan dilanjutkan pada proses selanjutnya. Pening setan ini di gelar pada pihak laki-laki yang kemudian mengunjungi pihak perempuan.

Pening setan ialah proses pengenalan secara ramah disertai dengan acara makan besar bersama-sama. Tidak hanya itu, namun juga di lanjutkan langsung dengan proses melamar dari pihak laki-laki ke perempuan. Upacara ini sangat sering di lakukan bahkan hampir di setiap pernikahan beradat Jawa Barat.

  1. Pitonan

PitonanSalah satu upacara adat yang ada di jawa timur yaitu pitonan. Upacara adat ini merupakan slametan atas kelahiran anaknya yang sudah beranjak 7 bulan. Setiap ada anak yang menginjak usia tersebut, maka akan di adakan pitonan. Masyarakat percaya bahwa pitonan akan memberikan keselamatan serta rejeki yang melimpah.

Terutama, bagi sang anak kelak nantinya. Medoakan keselamatan untuk masa depan tentu merupakan hal baik. Agar, anak tumbuh dengan sehat dan senantiasa menyayangi keluarga. Dimana, masyarakat Jawa Timur memang sangat kental dengan nuasana kekeluargaanya. Sejaahtera yang diingkan oleh semua orang tua kepada seluruh anaknya di kemudian hari.

  1. Kebo Keboan

Kebo KeboanUpacara adat jawa timur terakhir yaitu kebo-keboan. Upacara adat yang cukup unik ini ada di wilayah Banyuwangi. Dimana, upacara ini di anggap sebagai permintaan berkah dan memohon akan kesembuhan. Sejarahnya, di daerah tersebut dahulu kala banyak orang yang sakit dan susah sembuh. Kemudian, Mbah Karti seorang sesepuh mendapatkan wangsit untuk menggelar upacara adat jawa timur kebo-keboan. Setelah itu, masyarakat banyak yang sembuh dan berbagai macam kekayaan alam menjadi lebih melimpah.

Sampai saat ini, masyarakat masih percaya akan hal tersebut. Dan menjadi kegiatna rutin di setiap tahunnya. Memang, upacara ini sudah berjalan dengan cukup lama serta turun temurun. Minat masyarakat terhadap upacara ini juga cukup tinggi. Terbukti, tidak hanya dari satu daerah saja yang datang. Bahkan, pada daerah lain juga ikut serta datang.

Bagaimana, cukup banyak bukan budaya Indonesia pada upacara adat jawa timur? Bahkan, setiap upacara yang berlangsung memang memiliki artinya tersendiri. Terutama, dalam menjalani kehidupan ini agar selalu di berikan keselamatan. Semoga bermanfaat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.