9 Tradisi Masyarakat Jawa Timur dan Sisi Menariknya

0 80

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali daerah dengan berbagai tradisinya. Salah satunya Jawa Timur yang ternyata menyimpan berbagai macam tradisi uniknya. Tradisi yang memang sudah dikenal lama oleh masyarakat dan sering kali dijalankannya. Bagi beberapa masyarakat di daerah Jawa Timur mungkin sudah mengenal tradisi di lingkungannya. Alangkah baiknya, sebagai generasi penerus bangsa juga memahami tradisi yang berkembang. Simak 9 tradisi masyarakat Jawa Timur dan sisi menariknya berikut ini, Anda juga bisa membaca tradisi masyarakat jawa barat pada artikel sebelumnya.

Jawa Timur jelas memiliki unsur kebudayaan maupun kesenian yang cukup tinggi. Terbukti dengan berbagai macam kesenian biasa di tampilkan pada beberapa keperluan daerah. Hal ini tentu semakin memberikan manfaat untuk memperkenalkan kearifan lokal. Dimana, sangat penting untuk dapat memahami tradisi di daerah Jawa Timur. Tertarik mengetahuinya? Inilah 9 tradisi masyarakat Jawa Timur dan sisi menariknya yang wajib anda baca.

9 Tradisi Masyarakat Jawa Timur Dan Sisi Menariknya

Ternyata, terdapat banyak sekali tradisi yang ada di Jawa Timur ini. Selengkapnya akan kami ulas macam macam tradisi jawa dibawah ini.

  1. Festival Bandeng

Festival BandengSudah pasti, banyak mengenal ikan yang satu itu. Menariknya, di daerah Jawa Timur terdapat tradisi berupa festival bandeng. Festival ini diselenggarakan sebelum hari raya idul Fitri ataupun memperingati hari besar islam yang lainnya. Tradisi ini sudah menjadi agenda tahunan yang kerap kali di tunggu oleh masyarakat. Antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini juga begitu tinggi.

Lantas, mengapa harus menggunakan ikan bandeng? Inilah sisi menariknya, ternyata di Kabupaten Sidoarjo merupakan penghasil ikan bandeng terbesar. Buktinya, liat pada logo Kabupaten Sidoarjo yang berlambang ikan bandeng. Saat festival ini berlangsung, juga terdapat pelelangan ikan bandeng besar bagi anda yang ingin membelinya. So, Jika anda orang Jawa Timur jangan sampai melewatkan festival ini !

  1. Upacara Kasada

Upacara KasadaMerupakan hari raya dari adat suku Tengger yang dilaksanakan setiap hari ke-14 bulan kasada dari kalender jawa. Upacara  adat Jawa Timur ini memiliki tujuan sebagai persembahan untuk Sang Hyang Widhi serta leluhur. Pelaksanaan tradisi ini yaitu mereka suku Tengger akan melempar berbagai macam sesajen baik berupa buah, hasil ternak ataupun uang ke kawah gunung Bromo.

Selain itu, upacara ini juga memberikan banyak manfaatnya bagi masyarakat. Termasuk memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dengan begitu, akan semakin banyak wisatawan yang mengenal daerah ini. Serta, sebagai tambahan pemasukan dari wisata yang ada. Tentu, sangat menarik untuk di tonton !

  1. Ganjuran

GanjuranTradisi masyarakat jawa timur yang ke 3 yaitu Ganjuran. Di daerah lainnya, tradisi ini mungkin dikenal dengan sebutan lamaran. Di Jawa Timur, ada tradisi yang sangat menarik berupa ganjuran. Ialah serangkaian dari acara untuk proses pernikahan. Menariknya, jika biasanya yang melamar yaitu pihak laki-laki maka ganjuran ini dari pihak perempuan.

Pihak perempuan datang dan melakukan lamaran kepada pria. Umumnya, tradisi ini banyak ditemukan daerah Bojonegoro, Tuban, Lamongan maupun Gresik. Keunikan dari tradisi ini sampai saat ini masih tetap di lestarikan. Terlebih, memang memberikan keunikan dan keaslian daerahnya sendiri !

  1. Tumpeng Sewu

Tumpeng SewuSemua orang tentu sudah mengenal dengan tumpeng, namun ada yang berbeda dengan tumpeng satu ini. Jadi, tumpeng sewu ini merupakan tradisi dari Suku Osing yang merupakan suku asli Banyuwangi. Kegiatan ini digelar setiap tahunnya seminggu sebelum Idul Adha. Fungsi dari kegiatan ini ayitu untuk bersyukur kepada Allah SWT.

Namun, sebelum melakukan tradisi ini maka warga bersama-sama akan menjemur kasur secara masal di depan rumah. Kemudian, dilakukan pembacaan doa serta ritual. Uniknya, tidak hanya masyarakat sini saja yang ingin bergabung. Karena, banyak dari luas daerah yang juga begitu menikmati tradisi ini.

  1. Pingitan

PingitanMengenai tradisi yang satu ini, mungkin anda sudah sering mendengarnya. Pingitan merupakan tradisi mengurung diri di dalam rumah. Jadi, hal ini memiliki fungsi untuk pendidikan bagi perempuan yang hendak melangsungkan pernikahan. Dimana, pernikahan bukanlah yang biasa. Perempuan harus memahami dengan benar nantinya.

Selain itu, tujuan lainnya yaitu agar menjaga wanita tetap dalam keadaan suci. Menurut banyak orang, wanita yang akan melangsungkan pernikahan harus dalam rumah karena agar terhindar dari bahaya. Tentu, dibalik cara pandangnya yang tragis ternyata menyimpan fungsi mendalam.

  1. Karapan Sapi

Karapan SapiDi daerah Madura, tradisi yang satu ini sudah sangat berkembang. Dimana, karapan dilakukan menggunakan hewan sapi yang telah di latih bertanding. Sapi akan beradu kecepatan dengan bantuan joki dari karapan. Umumnya, acara ini biasa di selenggarakan pada bulan Agustus-Oktober.

Menariknya, karapan sapi di era dahulu bukanlah sebuah perlombaan. Melainkan untuk menemukan sapi yang terbaik agar kuat membajak sawah. Namun, tradisi ini juga masih tetap berkembang dan berjalan setiap tahunnya. Banyak masyarakat yang menggemari tradisi ini untuk di tonton bersama karena memang begitu mengasyikkan. Dijamin, tidak akan menyesal melihatnya !

  1. Ludruk

tradisi masyarakat jawa timur LudrukTradisi masyarakat jawa timur yang ke 7 yaitu Ludruk. Di daerah Probolinggo, juga terdapat tradisi yang sudah berkembang. Ludruk ialah pementasan drama yang disajikan untuk pendekatan kepada masyarakat Jawa Timur pada kesehariannya. Biasanya, menampilkan sejarah dan legenda di masa lampau. Ludruk sendiri dapat di temukan pada beberapa daerah seperti Surabaya dan Probolinggo.

Untuk ludruk Probolinggo sendiri menggunakan bahasa jawa Ngoko dengan aksen Madura pesisir. Meskipun bahasa yang dihasilkan cukup aneh, namun masih dapat dicerna oleh pada masyarakat. Keunikannya, ludruk tidak akan pernah lekang dimakan waktu. Justru,akan mendapatkan hal yang lebih spesial nantinya.

  1. Ojung

OjungDi daerah Jawa Timur, tradisi ini mungkin sudah cukup dikenal. Dimana, ojung merupakan permainan dua orang untuk menjatuhkan lawannya dengan menggunakan senjata rotan. Pemain dapat bergantian memukul dan memberikan pembelajaran kepada lawannya.

Terlebih, tradisi ini juga cukup di gemari oleh masyarakat.

Fungsi dari tradisi ini yaitu untuk berdoa agar tidak teradi bencana maupun hal lainnya pada daerah Jawa Timur. Menariknya, sebelum tradisi ini dimulai akan terdapat  warga yang melakukan ritual doa agar dapat dilancarkan kegiatannya.

  1. Jaran Bodhak

Jaran BodhakMasih di daerah Probolinggo, terdapat tradisi yang tidak kalah kerennya yaitu jaran bothak. Kegiatan ini biasa digunakan dalam menyampur masyarakat tua ataupun menjadi iring-iringan dari keperluan yang benar. Tradisi ini cukup berkembang dan menjadi pilihan masyarakat agar dapat menikmati liburannya.

Untuk penyajiannya memang seperti musik pada umumnya. Namun, irama yang dihasilkan tidaklah terlalu jauh. Dengan begitu jaran bodhak masih tetap bisa beraktivitas.

Begitulah ulasan 9 tradisi masyarakat Jawa Timur dan sisi menariknya versi GWSLUR. Sebagai anak bangsa dan penerus kedepannya, sudah saatnya untuk tidak mengabaikan tradisi ini. Alangkah baiknya untuk dapat menjaga bersama-sama meningkatkan rasa toleransi dan kerjasama. Dengan begitu, akan membantu mengenalkan tradisi yang ada. Semoga bermanfaat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.