7 Tradisi Keraton NgaYogyakarta Terlengkap

0 35

Setelah membahas tradisi masyarakat jawa timur, sekarang lanjut ke Yogyakarta. Yogyakarta merupakan daerah yang terkenal dengan sebutan “Kota Pelajar”. Banyak sekali pemuda dan pemudi yang menuju kota ini untuk mendapatkan banyak pengetahuan. Wilayah Yogyakarta juga terkenal akan keraton yang masih menjaga keutuhan tradisinya. Beragam sumber tradisi di keraton Yogyakarta nampaknya selalu di lestarikan pada setiap keturunannya. Ciri khas dari keraton tentu tidak akan pernah hilang. Apa saja tradisi keraton NgaYogyakarta? Selengkapnya akan kami ulas di bawah ini.

Yogyakarta sudah terkenal dengan banyaknya pariwisata cantiknya. Bahkan, banyak wisatawan dalam dan luar negeri yang menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan wisata. Terlepas dari hal ini, kraton jogja juga tetap mempertahankan ciri khas, kebudayaan dan tradisi yang ada. Hal inilah yang menjadikan Yogyakarta juga dikenal di seluruh dunia. Pesona alam dan kebudayaanya sangat melimpah. Sebagai masyarakat Indonesia, anda juga harus tahu tradisi apa saja yang ada di keraton. Simak ulasan lebih jelasnya mengenai tradisi keraton NgaYogyakarta.

Tradisi Keraton NgaYogyakarta Lengkap

Terdapat beberapa tradisi dari keraton yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Berikut beberapa tradisi keraton Yogyakarta.

  1. Grebeg Maulid

Grebeg MaulidMerupakan tradisi yang diselenggarakan oleh keraton dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan setiap bulan Rabiul Awal penanggalan Hijriyah. Dalam grebeg maulid ini, akan diarah tujuh gunungan besar yang berisikan buah-buahan maupun hasil panen raya lainnya. Tentunya, sumbangan langsung dari masyarakat yang ikut serta sebagai bentuk bersyukur kepada Allah SWT. Grebeg syawal keraton Yogyakarta diawali dengan upacara keberangkatan dari keraton Yogyakarta.

Kemudian, berdoa dan iring-iringan berjalan keluar dari keraton. Selanjutnya, gunungan tersebut akan dibagi menjadi 3 tempat seperti Masjid Gede Kauman, Kepatihan, serta Pakualaman. Setelah sampai, maka akan kembali berdoa. Berikutnya, gunungan akan diserbu oleh masyarakat dan hanya menyisakan rangka bambu saja. Banyak yang percaya bahwa memperoleh gunungan akan meningkatkan rejeni serta keberkahan dalam kehidupan.

  1. Ngabekten

7 Tradisi Keraton NgaYogyakarta TerlengkapSampai saat ini, Tradisi Keraton NgaYogyakarta ngabekten masih tetap berjalan sebagaimana mestinya di kraton Yogyakarta. Tradisi ini dijalankan setiap tahunnya, yaitu pada hari raya Idul Fitri. Arti kata ngabekten sendiri yaitu berarti bakti yang memiliki arti berupa tingkah laku seseorang untuk dapat menghormati kepada yang tua. Umumnya, ngabekten memang sudah dijalankan pada keluarga jawa setiap tahunnya.

Tradisi ngabekten dilakukan selama 2 hari. Banyak sekali manfaat yang diberikan dari adanya tradisi ini. Salah satunya yaitu untuk dapat menjalin silaturahmi yang baik serta mendapatkan wejangan dari sri sultan sebagai junjungan. Selain itu, ngabekten juga berfungsi untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang mungkin saja diperbuat baik sengaja ataupun tidak. Karena, restu dari junjungan sangat penting.

  1. Sekaten

SekatenUnik dan menarik, selalu terlintas saat melihat tradisi keraton Yogyakarta. Salah satunya yaitu sekaten yang selalu dilaksanakan secara rutin. Tradisi ini dijalankan selama satu bulan penuh. Tujuannya yaitu untuk berdoa kepada Allah SWT memohon ketentraman serta kelancaran. Mulanya, tradisi ini akan dimulai dari dibukanya pasar malam perayaan sekaten. Setelah itu, satu minggu sebelum acara puncak dari tradisi maka gamelan akan dibunyikan di dalam kraton pukul 19.00 sampai 23.00 tanggal 6 Rabiul Awal di Bangsal Ponconiti.

Selama satu minggu, gamelan akan dimainkan secara terus menerus kecuali pada saat waktu shalat. Dua gamelan ini yaitu gamelan kyai Guntur Madu serta Gamelan kanjeng Kyai Nagawilaga. Berikutnya dilanjutkan dengan acara numplak waji sebagai tanda pembuatan gunungan wadon. Setelah itu, akan dilaksanakan miyos dengan hadirnya Sri Sultan di Masjid Besar untuk menyebarkan udhik yang berisi beras, uang logam dan bunga. Dilanjutkan mendengarkan pembacaan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. Terakhir, ditanda dengan dikembalikannya gamelan dalam keraton.

  1. Siraman Pusaka

Siraman PusakaTradisi Keraton NgaYogyakarta yang ke 4 yaitu Siraman Pusaka. Tradisi yang masih digelar sampai saat ini yaitu siraman pusaka. Keraton Yogyakarta memang sangat menjaga ciri khasnya sebagai keraton tanpa tergerus oleh zaman. Berbagai macam tradisi masih ada dan tetap dilaksanakan oleh sultan. Termasuk dengan siraman pusaka di keraton. Tradisi ini berupa pembersihan dari segala macam benda pusaka yang terdapat di keraton.

Umumnya, dilaksanakan setiap bulan suro hari jumat Kliwon ataupun selasa kliwon. Tradisi yang satu ini tentu terus berjalan dan cukup menarik perhatian masyarakat. Beberapa pusaka penting yaitu berupa Tombak K.K Ageng plered, atapun K.K Ageng Sengkelat. Tentu, tradisi ini akan tetap dilestarikan secara turun temurun !

  1. Kuthomoro

KuthomoroMerupakan tradisi memulai ziarah di bulan Ruwah. Tradisi Kuthomoro ini bertujuan untuk mengirimkan doa kepada arwah para pendahulu keraton Yogyakarta. Hal ini memang dipandang sebagai siap hidup Jawa yang selalu mengingat serta memuliakan leluhurnya. Bahkan, di beberapa masyarakat juga sudah sangat mengenal tradisi yang sati ini.

Bulan Ruwah merupakan bulan yang dilaksanakan sebelum ibadah puasa. Dalam ziarah akan membawa ubarampe untuk memuliakan para leluhur. Ubarampe terdiri dari minyak wangi, serbuk kayu cenda, serta uang untuk membeli bunga. Hal ini dimaksudkan untuk memuliakan serta menjunjung tinggi nama baik mereka yang telah mendahului.

  1. Labuhan

LabuhanTradisi Keraton NgaYogyakarta yang ke 6 yaitu Labuhan. Merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin sejak zaman dahulu untuk acara resmi seperti penobatan raja keraton Yogyakarta. Masyarakat percaya bahwa labuhan yang dilakukan secara tradisional ini akan memberikan keselamatan, kesejahteraan serta ketentraman dalam kehidupan ini. Umunya, tradisi ini dilaksanakan pada empat tempat yang begitu berjauhan. Semuanya memiliki latar belakang tersendiri.

Karena itu, tidak mengherankan jika banyak masyarakat yang tertarik untuk ikut serta menyaksikan tradisi ini. Dimana, suasana memang akan berlangsung dengan khidmat dan keberaniaan para juru kunci dalam memperoleh benda labuhan begitu ditunggu. Jadi, sangat cocok untuk disaksikan secara bersama-sama. Namun, saat sedang menonton tradisi ini harus tetap bertoleransi tinggi dan mengikuti aturan yang ada.

  1. Jamasan Kereta Pusaka

Jamasan Kereta PusakaJamasan merupakan ritual untuk membersihkan benda pusaka berupa kereta yang sudah ada sejak berabad silam dalam mengisi bulan Suro. Jamasan dilakukan dengan proses oleh keraton yang dibantu beberapa abdi dalem. Proses jamasan ini tentu menjadi banyak perhatian dari masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana cara merawat dan membersihkan kereta pusaka.

Bahkan, banyak masyarakat yang berebut air bekas dari jamasan ini. Karena, air bekas tersebut dipercaya dapat membawa berkah tersendiri. Meskipun begitu, tentu tidak ada unsur syirik dalam menjalankannya. Karena, tradisi ini sudah berlangsung sejak dahulu sampai sekarang.

Usai sudah pembahasan mengenai Tradisi Keraton NgaYogyakarta versi GWSLUR. Dengan begitu, anda tentu akan semakin paham bahwa keraton Yogyakarta memiliki banyak sekali tradisinya. Jadi, saat berkunjung ke Yogyakarta sempatkan selalu mampir ke daerah keraton. Karena, saat ini keraton sudah dibuka untuk umum. Semoga bermanfaat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.