Sidoarjo, Tidak Besar Tapi Unik dan Bikin Nyaman

0 26

GWS.id-Berbicara tentang Sidoarjo tentu tidak akan ada habisnya, mulai dari tempat wisata, kuliner, cerita daerah, dan masih banyak lagi. Sidoarjo adalah kawasan yang strategis karena menjadi pintu gerbang transportasi menuju ke banyak daerah di Jawa Timur, bandara dan terminal yang seringkali diasosiasikan milik Surabaya sebenarnya berada di kawasan Sidoarjo. Bandara Juanda adalah satu-satunya lapangan terbang bertaraf internasional yang ada di Jawa Timur, jadi setiap pelancong internasional tentu akan singgah ke Sidoarjo terlebih dahulu sebelum menuju ke kota lain. Begitu juga dengan terminal Purabaya. Terminal bus yang secara geografis terletak di daerah Bungurasih, kecamatan Waru, Sidoarjo ini menjadi pusat distribusi transportasi darat yang ada di Jawa Timur.

Sidoarjo menjadi perlintasan 2 kota besar di Jawa Timur yaitu Surabaya dan Malang, jadi siapapun yang hendak bepergian dari Surabaya – Malang atau sebaliknya tentu akan melewati Sidoarjo. Pada akhir pekan jumlah pengguna jalan dari arah Surabaya-Malang atau Malang-Surabaya selalu lebih tinggi dibanding hari kerja, akibatnya jalanan Sidoarjo menjadi macet karena lonjakan jumlah kendaraan yang melewati jalanan Sidoarjo. Kemacetan ini tentu menyebabkan masyarakat Sidoarjo banyak terganggu. Tapi jika dilihat dari kacamata orang yang selalu berfikir positif dan mungkin sedikit oportunis (hehe :D), kemacetan yang terjadi bisa menjadi sesuatu yang mengguntungkan. Contohnya, masyarakat Sidoarjo bisa membuka rumah makan atau bahkan toko kelontong kecil yang sekedar menjual minuman pelepas dahaga, karena pasti untuk menghadapi kemacetan yang terjadi diperlukan energi yang banyak, dan tentu saja energi yang banyak tersebut berasal dari apa yang kita makan sebagai sumbernya. Jadi, alih-alih menjadi sesuatu yang merugikan, kemacetan yang terjadi bisa menjadi hal yang menguntungkan bagi perekonomian masyarakat Sidoarjo.

Saat dibandingkan dengan kota-kota besar yang lain mungkin pusat Sidoarjo relatif kecil. Namun, meskipun tidak sebesar kota-kota lain, ukuran yang kecil ini dapat memberikan kenyamanan tersendiri bagi masyarakat Sidoarjo. Fasilitas di pusat kota Delta ini sudah cukup lengkap, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, peribadatan, pusat jajanan, dan sebagainya termasuk mudah diakses. Kemudahan akses ini menjadi salah satu hal yang membuat masyarakat Sidoarjo nyaman tinggal di sini.

Sebagaimana berbagai daerah lain di Indonesia, Sidoarjo tentu saja memiliki kuliner khas yang tidak dimiliki daerah lain, salah satunya adalah lontong kupang yang mencirikan kota delta, dengan beberapa daerah yang berada di pesisir. Bahan utama yang digunakan dalam makanan lontong kupang adalah  tentu saja kupang putih (Corbula faba H), yaitu hewan laut semacam kerang kecil seukuran biji beras dan biji kedelai. Kupang yang telah dikupas dan dimasak kemudian ditambah dengan lontong dan lentho, dan selanjutnya diberi kuah petis dengan sedikit perasan jeruk nipis. Penyajian lontong kupang semakin lengkap saat ditemani dengan sate kerang dan ditutup dengan minuman air kelapa muda atau yang juga dikenal dengan sebutan degan. Yang pasti, kuliner satu ini wajib dicoba jika kamu berkunjung ke Sidoarjo. Kuliner khas lainnya adalah Bandeng Asap, Bandeng Presto, dan Otak Otak Bandeng, berbagai olahan bandeng tersebut adalah oleh-oleh wajib yang harus kamu bawa pulang kalau main main ke Sidoarjo. Sidoarjo sendiri dikenal sebagai kota bandeng karena memang memiliki jumlah produksi bandeng yang sangat tinggi, terlebih lagi, bandeng adalah salah satu ikon kabupaten Sidoarjo selain udang.

Meskipun tidak sebesar kota lain, namun banyak hal yang membuat warga kabupaten Sidoarjo nyaman hidup disini, mulai dari letak yang strategis, fasilitas yang lengkap tersedia, akses yang mudah, serta kuliner-kuliner khas yang akan memanjakan siapa saja yang tinggal atau sekedar singgah di Sidoarjo. (dnm)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.