Selamat Hari Hak Asasi Hewan Sedunia 15 Oktober

Cintailah Hewan, seperti Cintamu pada Diri Sendiri!

0 36

Gwslur.id – Hey dulur darjo, podo eruh gak manawa tanggal 15 Oktober kuwi diperingati sebagai Hari Hak Asasi Hewan Sedunia. Nah loh, bukan hanya manusia saja ya yang mempunyai Hak Asasi manusia, hewan pun memiliki hak untuk kelangsungan hidupnya. Memang peringatan hari Hak Asasi Binatang ini belum banyak yang tau. Hak Asasi yang juga dimiliki oleh hewan ini dikenal pula sebagai hari kebebasan hewan yang digagas olej seorang filsuf, Peter Singer. Didukung pula oleh seorang profesor hukum Gary Francione yang menyatakan bahwa hewan hanya butuh satu hak, yakni hak untuk tidak dijadikan benda atau properti.

Dengan adanya peringatan HAH / Hari Hak Asasi Hewan 2018 ini setidaknya menjadi sebuah momentum yang mengingatkan umat manusia agar berefleksi dan introspeksi terhadap sikapnya kepada makhluk ciptaan Tuhan bernama hewan ini. Pertanyaannya nih lur, sudahkah dulur-dulur semua memerlakukan hewan dengan bijaksana, beradab, dan memenuhi hak-haknya? Ataukah selama ini, masih dengan superioritasnya memperlakukan hewan secara semena-mena dan biadab, misalnya memelihara hewan tapi tidak memberikan makanan yang cukup, tempat yang layak, berburu reptil dibunuh untuk diambil kulitnya, atau berburu hiu demi mengambil siripnya saja?

Ironisnya seringkali satwa liar, seperti gajah mati mengenaskan dengan kondisi gading yang telah hilang. Seperti kasus yang menimpa Bunta, gajah jinak di Kamp Conservation Respont Unit (CRU) Serbajadi, kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh ditemukan mati mengenaskan dengan satu gadingnya diambil. Gajah malang tersebut ditemukan mati pada tanggal 9 Juni 2018 lalu. Dan masih banyak lagi kasus dengan kejadian serupa yang kita dengar di pelbagai media informasi. Beberapa bentuk lain dari pelanggaran terhadap hari hak asasi hewan adalah pembuatan kosmetik serta produk kecantikan dengan berbahan utama binatang.

Selamat Hari Hak Asasi Hewan Sedunia

Hari Hak Asasi Hewan SeduniaLalu bagaimana cara kita lur, buat nunjukin dukungan terhadap Hak Asasi Binatang? Caranya mudah sekali, dulur darjo bisa memulai dari hal terkecil, misalnya jika memelihara binatang di rumah, maka uruslah dengan baik, memberikan tempat berlindung yang layak, makanan yang cukup, serta menjaga kesehatannya. Langkah penting yang bisa dilakukan pertama ya emang dimulai dari lingkungan sekitar kita. Bentuk dukungan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi pemerintah dalam pelaksanaan peraturan mengenai perlindungan terhadap lingkungan dan hutan, sehingga mengurangi kepunahan binatang sebagai akibat dari rusaknya habitatnya. Kita juga bisa uga mengawasi pelaksanaan peraturan pemerintah mengenai larangan jual beli binatang.

Padahal nih lur, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, iklimnya yang tropis didukung dengan hamparan hutan luas yang tersebar disetiap pulau-pulau besar di Indonesia. Nah tentu, habitat yang mendukung tersebut membuat negeri kita memiliki flora dan fauna yang beragam. Bahkan spesies hewan yang hampir punah dan langka hanya ada di hutan-hutan Indonesia, tuh luar biasa kan. FYI aja nih, sampai World Wildlife Fund (WWF) turut melindungi hewan-hewan yang hampir punah ini.

8 Hewan Langka di Indonesia

Berikut nih, beberapa hewan langka di Indonesia yang mencuri perhatian turis mancanegara untuk datang ke Indonesia :

  1. Orangutan, adalah salah satu bangsa kera yang sangat mirip dengan manusia. Di seluruh dunia populasi hewan ini terus berkurang, hingga saat ini tersisa lima puluh lima ribu individu. Orangutan ini banyak hidup di Pulau Kalimantan.Orangutan
  2. Komodo, tahun 2017, jumlah spesies hewan yang menyerupai kadal raksasa ini hanya sekitar tiga ribu dua belas ekor saja. Bahkan karena kelangkaannya Pemerintah menjadikan Pulau Komodo, NTT menjadi Taman Nasional dan habitat asli Komodo.Komodo
  3. Penyu, tahu gak sih lur, dari tujuh spesies penyu yang ada, enam diantaranay hidup di Indonesia. Kareba banyaknya spesies penyu yang berhasil hidup di Indonesia, pemerintah pun gencar menggalakkan penangkaran penyu di berbagai daerah seperti Tanjung Benoa-Bali, Kepulauan Seribu, Lombok dll.Penyu
  4. Tarsius tarsier, primata langka ini hidup di Sulawesi dengan ciri memiliki tubuh kecil berwarna coklat dengan mata besar. Hewan ini juga senang sekali bergelantungan di ranting pohon mirip seperti koala. Tarsius tidak bisa menjejakkan kakinya di tanah, maka dari itu si tarsius ini terus melompat dari satu pohon ke pohon yang lain. Sayangnya, aksi pembukaan lahan hutan secara ilegal membuat populasi hewan ini makin berkurang. Alhasil, pemerintah menjadikan hewan kecil ini dilindungi. Tarsius dapat dijumpai di hutan-hutan yang ada di Sulawesi.Tarsius tarsier
  5. Harimau Sumatera, hewan yang paling mengkhawatirkan karena terancam punah, jumlah sub spesies harimau Sumatera hanya sekitar tiga ratus sampai empat ratus saja yang hidup di alam bebas. Banyaknya pembukaan lahan kelapa sawit secara ilegal membuat habitat harimau sumatera ini terganggu. Bahkan, populasinya diperkirakan akan musnah pada 2050 jika dibiarkan. Duh, gak mau hal ini terjadi kan!Harimau Sumatera
  6. Badak Bercula Satu, Badak bercula satu merupakan satu dari lima spesies badak yang masih hidup di dunia. Di pulau Jawa, hewan ini hanya dapat ditemui di Taman Nasional Badak daerah Ujung Kulon, Banten. Karena dulunya banyak yang memburu culanya, jumlah spesies badak ini terus menurun. Kini hanya tersisa 50-60 ekor saja. Jangan sampai ya Kaka maskot Asian Games ini mengalami kepunahan, wajib kita lestarikan baik-baik!!Badak Bercula Satu
  7. Burung Cendrawasih, hewan kebanggan Papua nih, Indonesia punya tentunya. Meskipun Burung Bhin-bhin yang menjadi maskot Asian Games 2018 telah banyak dikirim ke berbagai negara, namun keempat jenis burung cendrawasih hanya dapat ditemukan di Papua. Wisata pemantauan burung cendrawasih dapat dikunjungi pada Isio, Jalan Korea, dan Gantebang yang berada di distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.Burung Cendrawasih
  8. Anoa, Anoa juga memiliki nama julukan yang diberikan masyarakat sekitar, yakni sapiutan. Artinya sapi yang hidup di hutan. Karena masih satu family dengan banteng, kecepatan berlarinya mencapai 10 km/jam. Anoa memiliki sepasang tanduk yang menyerupai banteng. Hanya saja, ukuran anoa jauh lebih kecil dibandingkan banteng pada umumnya. Sayangnya, banyak pihak yang tak bertanggung jawab memburu hewan ini untuk dikonsumsi. Kini, populasi anoa di Sulawesi hanya tersisa sekitar 2.469 ekor saja. Hal ini membuat anoa menjadi salah satu satwa yang dilindingi pemerintah Indonesia. Ada pun habitat hidupnya di hutan yang masih perawan, yakni di daerah Gunung Ambang.Anoa

Kesimpulan

Poin terpenting adalah dulur-dulur semua perlu menyadari, bahwa manusia dan hewan pun harus hidup berdampingan tanpa saling menyakiti. Sehingga selain manusia, hari hak asasi hewan pun juga ada. Kita pun hidup di planet bumi tidak sendirian, melainkan ada mahluk hidup lain yang juga sama-sama memiliki hak untuk hidup layak dan damai, tanpa terkecuali para binatang. Meskipun binatang diciptakan tanpa akal budi seperti manusia, hanya dibekali insting semata untuk membela diri. Bukan berarti kita dengan mudah menyakiti, bahkan membunuh mereka dengan keji. So, sudah menjadi kewajiban manusia yang berakal budi untuk memelihara, memanfaatkan dan melindungi keberadaan binatang. Ingat poin penting kesadaran untuk saling berbagi dan menyayangi sesama makhluk hidup, tak terkecuali binatang. Sehingga ketika perilaku negatif yang dapat mengganggu keberlangsungan hewan tersebut akan terkontrol dan dihindari dengan sendirinya.

Cukup sekian ulasan mengenai Selamat Hari Hak Asasi Hewan dari Gwslur, semoga bermanfaat dan jangan lupa share kepada teman-teman lainnya 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.