Selamat Hari Bela Negara 19 Desember 2018

0 10

Pada artikel sebelumnya GWSLur membahas penyanyi terkenal di Indonesia era 80-an, sekarang memperingati Hari Bela Negara. Bila menilik cerita historis negara Indonesia, deretan peristiwa yang terjadi pada tanggal 19 Desember banyak mengisahkan sejarah bangsa yang melekat. Apa saja ya kilas baliknya, ada yang masih ingat? Tepat pada tanggal 19 Desember 1948 silam, hari ini dipenuhi dengan perjuangan bangsa menghadapi suatu peristiwa besar yaitu Agresi Militer II yang dilancarkan oleh tentara sekutu Belanda.

Agresi Militer II atau operasi gagak ditandai dengan serangan tentara sekutu terhadap ibukota negara Indonesia, yaitu Yogyakarta kala itu. Tentara sekutu juga melakukan penangkapan tokoh pemimpin Indonesia seperti Ir. Soekarno, Drs.Moh.Hatta, Sutan Syahrir dan masih banyak lagi. Beruntung ketika itu, Ir. Soekarno menghubungi Syafruddin Prawiranegara yang berada di Bukittinggi Sumatera dan memberikan mandat sepenuhnya untuk menjalankan pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, agar keutuhan Negara Republik Indonesia terjaga. Duh, bisa dibayangkan bukan, kemerdekaan negara kita bisa saja direngkuh kembali oleh tentara sekutu, bila pahlawan-pahlawan kita tidak sigap dalam bertindak.

History Penetapan Hari Bela Negara

Nah berawal dari peristiwa penting inilah kemudian tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Bela Negara (HBN). Penetapan HBN ini dilaksanakan oleh Presiden ke-6 kita Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 Tahun 2006 Tentang Hari Bela Negara Presiden. Dimana dalam Kepres tersebut menyatakan bahwa tujuan penetapan ini adalah sebagai upaya untuk lebih mendorong semangat kebangsaan dalam bela negara guna mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Dalam Kepres ini juga menyatakan bahwa Hari Bela Negara bukan merupakan hari libur. Berbicara tentang Hari Bela Negara, tidak pas rasanya jika kita belum mengetahui apa sih bela negara itu?

Bela negara menurut Ahli Sutarman, 2011: 82 bela negara ada dua macam yaitu secara fisik dan non fisik . Bela negara fisik diartikan kepada warga negara yang langsung maju perang dengan memanggul senjata. Sedangkan bela negara non fisik merupakan bela negara yang dilakukan oleh warga negara yang tidak langsung maju perang dengan angkat senjata, tetapi dilaksanakan melalui Pendidikan Kewarganegaraan dan pengabdian sesuai dengan profesinya masing-masing. Dari pengertian ini kita sebagai WNI yang baik wajib melakukan upaya bela negara. Didalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 menjelaskan bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 guna menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Pada peringatan Hari Bela Negara ke-65 tepatnya pada 19 Desember 2012 dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Monumen Nasional Bela Negara pada salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI dengan area seluas empat puluh hektare, tepatnya di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Ryamizard Ryacudu, selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia berharap melalui bela negara akan terbangun karakter taat hukum, optimisme, disiplin, bekerja keras untuk negara dan juga melaksanakan perintah Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing guna menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. FYI juga nih, Kementerian Pertahanan rutin melaksanakan pendidikan bela negara di tiga puluh empat Provinsi, baik di lingkungan pendidikan, lingkungan pemukiman, dan lingkungan kerja. Pada tahun 2017, kader bela negara telah mencapai tujuh puluh empat koma tiga juta jiwa orang, luar biasa kan!!

Bela Negara Sejak Kecil

Kesimpulan :

So, kesadaran membela negara ini sangat penting ditanamkan kepada seluruh warga negara Indonesia. Lebih sempurna lagi jika penanaman bela negara ini diberikan sejak dini sebagai bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi ancaman-ancaman yang diterpa bangsa kita tentunya supaya tercipta Ketahanan Nasional yang semakin mantab.

Lalu bagaimana caranya menanamkan semangat bela negara, terutama pada generasi muda pnerus bangsa kita? Sederhana saja, caranya adalah dengan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap negara Indonesia. Dengan rasa cinta terhadap negara sendiri tempat dimana ia dibuai dan dibesarkan, maka upaya untuk membela negara dari ancaman manapun pasti akan muncul dan tertanam kokoh. Bahkan jika telah tertanam rasa cinta pada tanah air tentu tidak akan pernah ada rasa sedikitpun untuk merusak dan menghancurkan tanah air yang telah dibangun dengan eloknya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.