Sejarah Batik Sidoarjo Terlengkap 2019

0 164

Setelah membahas ciri khas batik Sidoarjo, sekarang kita bahas sejarahnya. Batik merupakan salah satu warisan yang telah ada sejak zaman dahulu. Berbagai macam motif dan jenis batik memiliki nilai keindahan begitu tinggi. Mungkin, anda masih mengenal bahwa Pekalongan sebagai kota batik. Tetapi, Sidoarjo juga dikenal dengan ciri khas serta motif batiknya yang begitu unik. Bahkan ! Batik yang dibuat merupakan turun temurun dari pendahulunya. Untuk lebih jelasnya kami akan membahas sejarah batik Sidoarjo.

Kerajinan batik tidak hanya dikenal oleh masyarakat Indonesia saja. Namun, sudah cukup mendunia. Batik memberikan nuansa zaman dahulu yang begitu mlakat. Namun, seiring berjalannya waktu juga terdapat beberapa motif yang juga mengikuti gaya zaman. Sidoarjo merupakan salah satu kota penghasil batik terbesar di Indonesia. Sejarah batik Sidoarjo dimulai sejak zaman kerajaan Kediri dan terus berkembang sampai saat ini. Ingin tahu bagaimana sejarah lengkapnya? Simak terus artikel ini.

Sejarah Batik Sidoarjo Lengkap

Batik Sidoarjo Jawa Timur sudah cukup lama dikenal, bahkan dimulai pada tahun 1675. Awal mulanya, terdapat seorang pendatang dari kerajaan kebarat yang bertempat di kampung Jetis. Mulanya, ia menyamar sebagai pedagang di pasar kaget. Pasar kaget sendiri merupakan pasar tradisional yang digunakan masyarakat setempat. Pria ini di kenal dengan sebutan Mbah Mulyadi. Merupakan seseorang yang begitu sopan dan santun serta hormat kepada semua orang. Tidak lepas dari itu, Mbah Mulyadi juga taat dalam beragama.

Kemudian, Mbah Mulyadi melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar. Salah satunya dengan membawa agama Islam untuk lebih dikenal. Yaitu dengan proses mengajak Sholat, mengajarkan membaca Al-Qur’an sampai dengan mendirikan masjid. Masjid yang di dirikan tersebut diberi nama Masjid Jamik Al-Abror. Seiring waktu, masyarakat ikut ramai dalam menjalankan ibadahnya. Karena itu, maka desa tersebut di beri nama sebagai pekauman yang berarti desa para kaum.

Sejarah batik Sidoarjo selain dikenal sebagai tokoh yang religius, Ia juga dikenal sebagai pengrajin batik. Dimana, cara membatik di ajarkan pada komunitas yang ada. Sebelumnya, Mbah Mulyadi membentuk komunitas jamaah Masjid Jamik. Karena itu, tidak heran jika mbah Mulyadi dikenal sebagai pelopor dalam batik Sidoarjo. Setelah itu, komunitas yang dibuat semakin berkembang dengan lebih baik. Bahkan, banyak masyarakat yang tertarik untuk mengikuti komunitas tersebut.

Perkumpulan pada komunitas bukan hanya mengenai batik, tetapi juga silahturahmi persaudaraan. Dimana, perkumpulan juga dapat melangsungkan pengajian. Menariknya, mbah Mulyadi mengajarkan mengenai motif batik gadag yang memiliki banyak sekali arti. Yaitu untuk mewujudkan persatuan serta persaudaraan antar pengrajin batik di Sidoarjo. Dengan menggambarkan rangkaian bunga yang begitu berarti. Bagi masyarakat, hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan persaudaraan di era dahulu.

Berjalannya waktu, perdagangan di pasar tradisional jetis menjadi semakin ramai. Sampai terdapat masyarakat asal Madura yang menyukai batik tulis buatan Jetis. Kerap kali memesan dengan menggunakan warna khusus Madura. Karena itu, banyak masyarakat yang mengenal jika batik Sidoarjo memiliki corak khas Madura. Kemudian, produksi terus mengalami peningkatan. Jumlah pengrajin kian hari semakin bertambah.

Pengrajin semakin banyak membuat dan menjual produknya ke beragam pasar. Setelah itu, pada tahun 2008 Paguyuban Batik Sidoarjo resmi berdiri. Kala itu, Bupati Sidoarjo Drs. H. Win Hendrarso, M.Si. memberikan arakan bahwa Batik Sidoarjo harus berkembang. Karena, melihat potensi yang ada pada tahun tersebut. Karena itu, pemerintah membantu dalam melakukan penjualan dan mengajak masyarakat agar melestarikannya.

Pada tahun yang sama Bupati meresmikan pasar jetis sebagai daerah Industri batik. Kemudian, di beri nama sebagai “ Kampoeng Batik Jetis”. Sudah pasti, sejarah batik Sidoarjo sampai saat ini masyarakat masih tertarik untuk memiliki batik jetis. Tentu, sejarah ini sangat penting bagi masyarakat sekitar. Terutama, bagi para pengrajin batik yang senantiasa memberikan kualitas batik terbaiknya.

Perkembangan Batik Sidoarjo

Sejarah Batik Sidoarjo di Batik JetisSampai saat ini, sejarah batik Sidoarjo tetap memberikan kualitas terbaik. Jika pada era dahulu hanya beberapa motif saja, maka pada tahun 1980an sudah ada beragam motif. Motif yang ada tentu sangat memberikan kesan yang jauh lebih elegant dan stylish. Meskipun, jika di lihat dari segi warna batik Sidoarjo tidak terlalu mencolok. Namun, tetap unsur gaya yang diberikan sudah pasti sangatlah baik.

Salah satu motif yang banyak di cari pada tahun tersebut yaitu beras utah serta kembang tebu. Motif beras utah memiliki artian sebagai hasil dari visualisasi kekayaan alam berupa beras. Kemudian, beberapa hewan juga terdapat sebagai ciri khas. Di sekitar hewan, ornamen beras di munculkan sebagai arti mendalamnya. Motif batik ini cukup banyak di minati oleh semua kalangan tentunya. Tetapi, lebih banyak para wanita yang menggunakannya. Karena, dipercaya menambah nilai keanggunan.

Selain itu, motif beras utah juga melambangkan bahwa Sidoarjo merupakan penghasil beras. Buktinya, terdapat situs candi pari sebagai tempat penggilingan di era dahulu. Tidak kalah pentingnya, motif terus mengalami perkembangan. Termasuk dengan hadirnya motif sekar jagad pada tahun 90-an. Motif ini memberikan arti yang cukup mendalam. Yaitu mengenai kecantikan dan keindahan yang membuat orang terpesona. Karena, warna dan polanya sangatlah nyaman di lihat.

Hal ini terbukti dengan banyaknya ornamen bunga serta fauna sebagai ciptaan-Nya. Selain itu, sekar jagad juga memiliki pesan untuk membawa kedamaian. Keragaman dan keagamaan tetap harus menyatu tanpa adanya perpecahan. Pola ini mengandung serangkaian keselarasan untuk membawa serasi dalam hidup manusia.

Mulai tahun 2000-an sejarah batik Sidoarjo, Jetis Sidoarjo kembali mengeluarkan motif yang lama tidak keluar. Seperti motif sekar jagad yang diberikan inovasi agar tampil lebih menarik namun tetap unik. Modifikasi yang ada tentu tetap harus mengedepankan artinya. Meskipun begitu, nilai klasik yang hadir juga tetap hadir. Terutama, bagi mereka yang menyukai pesona batik klasik sudah pasti akan tertarik. Dengan perpaduan warna yang menarik, sangat cocok untuk dipakai dalam semua keperluan.

Kini, batik Sidoarjo terus mengamati perilaku pasar. Dimana, kebutuhan konsumen juga di terima dengan baik. Para pengrajin memahami bahwa konsumen juga memiliki inovasi yang cukup baik. Seperti membuat batik menjadi trend dengan gaya dan tampil lebih modern. Serta memberikan beberapa ornamen yang di anggap penting. Terutama, tidak meninggalkan sisi fauna yang ada.

Tidak hanya itu, sekarang ini juga terdapat motif benda yang turut hadir dalam batik Sidoarjo. Tentu, hal ini untuk membuat diri menjadi lebih anggun. Kipas di lambangkan sebagai kecantikan. Terlebih, harga batik jetis Sidoarjo sesuai pada kualitasnya. Sampai saat ini, sudah banyak sekali masyarakat yang ikut serta dalam membeli produk Sidoarjo.

Begitulah ulasan sejarah batik Sidoarjo yang perlu anda pahami. Harga batik Sidoarjo juga tidak terlalu mahal. Batik memang menjadi salah satu ciri khas sampai saat ini. Menggunakan batik sendiri memiliki makna yang begitu mendalam. Terlebih, bagi anda yang memang mencintai kultur kebudayaan Indonesia. Sebagai masyarakat Indonesia, harus bangga menggunakan batik. Semoga bermanfaat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.