Review Film Bernafas Dalam Kubur Kisah Suzanna November 2018

0 1,038

Gwslur_id – Hey dulur darjo, sudah pada tahu kan di bulan November ini bioskop Indonesia bakal diwarnai atmosfer mencekam film bergenre horor “Bernafas dalam kubur”. Menurut informasi film ini bakal tayang di bioskop tanggal 15 November 2018. So, yuk siapin budget buat nikmatin alur cerita film ini. Masih inget kan deretan film-film horor seperti sundel bolong, Ratu Ilmu Hitam, Nyai Blorong yang diperankan oleh mendiang Suzanna? Film-film tersebut pun booming di era 90an yang mengantarkan aktris kisah Suzanna menjadi Ratu Horor Indonesia. Nah, pada review sebelumnya kami telah membahas review film gile lu ndro, sekarang Gwslur akan membahas Review Film Bernafas Dalam Kubur ini.

Nah film “Bernafas dalam Kubur” ini bakal mengingatkan kita pada film Susana tersebut, dan tentu dapat mengobati kerinduan para penikmat film-film Susana yang pernah berjaya pada masanya. Karena bukan rahasia lagi, bahwa film-film horor yang diperankan oleh mendiang Susana ini menjadi tontonan favorit masyarakat seantero negeri kita, kala mengisi waktu santainya. Jadi sebelum menonton film Bernafas dalam Kubur di bioskop kesayangan kita, gak ada salahnya nih buat baca sekilas review film ini. Film “Bernafas dalam Kubur” diperankan oleh aktris cantik Luna Maya lho, yang bikin amazing adalah wajah dari kedua aktor ini ternyata bisa mirip sekali,, hmm gak nyangka kan..gimana ya rahasianya.

Review Film Bernafas Dalam Kubur

Review Film Bernafas Dalam KuburAlur film bernafas dalam kubur ini berawal dari kisah Suzanna yang diperankan oleh Luna Maya pada akhirnya memasuki masa kehamilan anak pertama yang sudah berselang tujuh tahun. Namun suami Suzanna, Satria yang diperankan Herjunot Ali diceritakan harus dinas luar negeri. Selama Satria pergi ke luar negeri ternyata tak disangka-sangka empat karyawannya Teuku Rifnu Wikana, Alex Abbad, Verdi Solaeman, dan Kiki Narendra memiliki niat jahat untuk merampok rumah ketika dalam keadaan sepi.

Perampokan yang sebelumnya telah direncanakan oleh empat pembantu Suzanna akhirnya terjadi, ketika sang pemilik rumah sedang pergi bersama tiga pembantu lainnya, yang diperankan oelh Asri Welas, Ence Bagus, dan Opie Kumis. Namun karena Suzanna lemas, dia memutuskan untuk pulang sendirian lebih awal, alhasil keempat karyawan yang ketahuan menjadi panik hingga perampokan justru berubah menjadi pembunuhan. Kemudian, keempat karyawan tersebut mengubur jenazah Suzanna di belakang rumah. Wah naas sekali ya nasibnya 🙁

Tetapi hal yang aneh terjadi, karena keesokan harinya, Suzanna tetap menjalani aktivitas seperti biasanya di rumah. Hmmm kok bisa ya, apakah ternyata Suzanna masih hidup.

Sama seperti  aktor legendaris “Benyamin”, nama mendiang Suzanna telah menjadi semacam merek lewat film baru yang mendaur ulang konsep film-film horor lama Suzzana ini. Sehingga pada akhirnya “Suzanna” pun dipakai bersama judul utama cerita, yaitu Bernafas dalam Kubur. Film yang di sutradarai Sunil ini menyebutkan pemilihan judul menyinggung judul film lama yang berjudul Bernafas dalam Lumpur tahun 1970 dan Beranak dalam Kubur pada tahun 1971. Namun judul ditetapkan belakangan berdasarkan alur cerita yang telah dibuat sejak lima tahun silam.

Sosok Lunamaya dalam Film Suzanna

Satu hal lagi yang dapat diacungi jempol dalam review film bernafas dalam kubur ini. Sosok Luna Maya yang kerap kita lihat di layar kaca sengguh terlihat beda dari biasanya. Dalam film ini, Luna Maya memerankan tokoh dengan wajah dan pembawaan seperti kisah Suzanna dalam film-film horor terdahulu. Sang Produser, Sunil Soraya menjelaskan bahwa cerita film ini benar-benar baru dan tidak berkaitan dengan film-film lama. Meskipun ada beberapa adegan kental dari film lama yang diambil, seperti sate dua ratus tusuk yang masih diingat oleh penikmat film horor tempo dulu. Latar cerita juga ada di tahun 1980-an tentu memiliki pengaruh kuat dengan aspek horor. Tetapi penonton setia perfilman indonesia tidak perlu takut sebab untuk memecah ketegangan tentu ada unsur komedi terselip didalamnya.

Pemilihan pemeran Suzanna dalam review film bernafas dalam kubur ini cukup sulit dan memakan waktu yang cukup lama. Sang Sutradara mencari aktris dengan bentuk wajah semirip mungkin seperti mendiang Suzanna agar topeng prostetik bisa berfungsi optimal. Topeng prosetetik ini yang menjadi rahasia kenapa Luna Maya menjadi sangat mirip dengan mendiang Suzanna. Disamping itu, Luna Maya dianggap mempunyai penjiwaan peran yang mendalam.

Proses Pembuatan Film Suzanna

Sedangkan proses pembuatan film kisah suzanna pun melalui liku-liku yang panjang dimana proyek film ini baik praproduksi dan produksi dikerjakan bersama sutradara Anggy Umbara. Namun di tengah jalan, ketika proses syuting telah berjalan selama satu bulan, hasilnya pun ditinjau ulang. Ternyata Sunil tidak puas dan merasa “beda visi” dengan Anggy, terutama berkaitan dengan unsur horornya. Hingga akhirnya Anggy dihentikan dan kursi sutradara diserahkan kepada Rocky Soraya, yang memimpin syuting lanjutan selama dua puluh hari. Tetapi nama Anggy tetap dicantumkan bersama nama Rocky sebab kurang lebih tiga puluh persen bagian yang tayang dikerjakan oleh sutradara pertama.

FYI aja nih guys review film bernafas dalam kubur menurut Sang Produser, produksi film ini menghabiskan biaya mahal dan menjadi salah satu film termahal Soraya. Terlebih ketika proses produksi, yang sudah sebulan, bertambah dua puluh hari karena urusan syuting ulang. Jika dibandingkan dengan film Van der Wick sedikir mirip, kalau Van der Wick berurusan dengan kapal dan keperluan lain yang membutuhkan biaya besar, nah sedangkan film ini berurusan dengan syuting, set, latar 1980-an, perbaikan, syuting ulang, dan tim yang begitu besar, maka dari itu memakan biaya sebab waktu produksi semakin panjang.

Sekian nih Review Film Bernafas Dalam Kubur dari kisah suzanna versi Gwslur yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia beberapa hari lagi. Semoga turut memberi sumbangsih untuk bertambahnya deretan film apik di jagat perfilman Indonesia..tentunya biar makin greget dunia perfilman kita. Dan satu lagi tentu semoga hadirnya film ini  dapat mengobati rasa rindu khalayak dengan karakter Suzzana sebagi Ratu Horor Indonesi, So jangan lupa nonton ya lurr…!!

Leave A Reply

Your email address will not be published.