PREVENTIF ATAU PEMBATAS KREATIVITAS?

0 10

Kreativitas bisa datang dari mana saja, bisa diwujudkan dalam hal apa saja, dan bisa disampaikan melalui media apa saja. Bisa disampaikan melalui tulisan, audio, maupun visual. Media yang digunakan selain konvensional seperti koran atau majalah, juga ada media lain seperti radio, televisi, bahkan sosial media atau akun blog. Banyak macemnya malah akun blog atau sosmed yang digunakan generasi produktif untuk mengembangkan skill atau passionnya dalam bidang tersebut. Misal YouTube, Blogger, WordPress, Instagram, atau Tumblr.

Tapi kabarnya Tumblr sedang diblokir oleh Kemkominfo. Banyak juga kontra terhadap hal ini walaupun ya ada juga yang pro. Apa ya alasannya? Dan ada satu lagi platform untuk menyalurkan ide kreatif lainnya yang juga diblokir pemerintah dari tahun 2014 hingga saat ini. Ada yang tahu Vimeo? Pembahasan artikel ini kita mulai dari Tumblr lalu bahas Vimeo yaa.

Dulur Darjo atau temen-temen produktif milenials lainnya pasti tahu,  sering mengakses, atau bahkan ada yang menjaid pengguna Tumblr. Buat yang belum tahu, Tumblr merupakan salah satu platform blogging seperti Blogger atau WordPress dalam bentuk yang lebih sederhana dan memiliki kemiripan dengan layanan sosial media. Tumblr bisa membagi beragam jenis postingan mulai dari teks, video, foto, GIF, tautan, maupun quote. Bisa dibilang Tumblr agak mirip Twitter karena Tumblr bisa saling follow, like, dan re-blog yang mirip dengan re-tweet. Tapi tetap ada perbedaannya antara kedua platform tersebut, karena kalau di Tumblr bisa chat secara pivat dan real time asal kedua pengguna tersebut saling follow. Kalau di Twitter yang ada Direct Message (DM) dan tidak secepat alur komunikasi pada Tumblr.

Ide-ide yang dituangkan di Tumblr juga relatif singkat tidak sepanjang tulisan blog di Blogger atau WordPress, tapi juga karakternya tidak dibatasi seperti di Twitter. Fitur lain yang ada di Tumblr yaitu kita dapat mengelompokkan konten kita dengan mencantumkan tags atau wilayah geografis agar postingan kita mudah dicari. Dengan fitur-fitur Tumblr yang memudahkan untuk mengasah kreativitas atau mengeksplor ide-ide menarik, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa netizen Indonesia banyak yang menjadi pengguna atau sering mengakses Tumblr.

Apa alasan pemerintah memblokir?

Menurut Direktur E-Bussiness Kemenkominfo Azhar Hasyim, Tumblr tidak bisa diakses dalam satu atau dua hari ke depan karena terdapat konten porno lawan jenis atau sesama jenis. Selain itu, belum ada fitur report untuk melaporkan postingan yang tidak sesuai atau berunsur negatif. Hal ini tidak sesuai dengan UU ITE yang berkaitan dengan konten bernuansa pornografi. Syaratnya agar pemerintah mau kembali membuka Tumblr adalah platform tersebut harus bisa memfilter dan menghilangkan konten-konten porno pada layanannya.

Akun lain yang diblokir pemerintah lainnya adalah Vimeo. Vimeo ini merupakan situs berbagi video yang bisa upload, share, atau cuma nonton aja seperti YouTube. Tapi Vimeo punya keistimewaan sendiri nih, Vimeo memiliki tayangan terbatas dengan kalangan tertentu yang memiliki hobi atau kesukaan yang sama, sehingga jauh dari banyaknya penonton-penonton yang kurang berfaedah. Vimeo juga bisa mengganti (replace) video yang sudah diupload dengan link dan data penonton yang tetap sama dan tidak berubah. Hal menarik lain dari Vimeo adalah Vimeo merupakan situs berbagi video pertama yang men-support format HD dengan mengumumkan memutar video HD 1280 X 720 pixel dan video yang di-upload otomatis dikonversi ke video 720/30p VP6 Flash.

Alasan pemerintah masih memblokir situs tersebut sama dengan alasan pemerintah memblokir Tumblr. Yak benar, alasannya karena Vimeo tidak punya fitur untuk memfilter konten-konten vulgar dan hingga saat ini pun Vimeo belum memenuhi syarat yang diajukan pemerintah tersebut. Ya memang setiap platform ada plus minusnya. Tergantung bagaimana kita dapat menggunakan internet, terutama sosial media dengan bijak.

Semoga saja, tindakan yang diambil pemerintah tersebut tidak membatasi atau menghilangkan kreativitas kaum generasi muda saat ini. Dan apabila memang ada beberapa pihak yang menyebarkan atau menikmati konten ‘sakit’ tersebut, cobalah yuk survive di dunia maya yang sebenarnya punya banyak manfaat untuk kita.

Leave A Reply

Your email address will not be published.