PG Toelangan Riwayatmu Kini

1 169

GWS.id – Pabrik Gula Toelangan merupakan salah  satu pabrik gula Wilayah kerja PT Perkebunan Nusantara X (Persero). Terletak di Kabupaten Sidoarjo tepatnya ± 13 Km barat daya Kota Sidoarjo, bahan baku yang diolah adalah tebu hasil penanaman sendiri (TS) dan tebu rakyat (TRK). Adapun produksi utamanya adalah Gula Kristal Putih (GKP) dan keluaran lain adalah tetes sebagai hasil samping (by product),  ampas untuk bahan bakar, blotong sebagai limbah padatnya. Sedang gas buang ketel sebagai limbah udara.

Pabrik Gula Toelangan secara administratif berada di desa Toelangan, kecamatan Tulangan, kabupaten Sidoarjo. Lokasi pabrik ini berada didaerah yang strategis ditinjau dari letak bahan baku, transportasi, sumber air maupun sumber tenaga kerja. Pabrik Gula Toelangan bagian utara berbatasan dengan Desa Kemantren; sebelah selatan berbatasan dengan Desa Tulangan; sebelah timur berbatasan dengan sawah desa Tulangan; dan sebelah barat berbatasan dengan sawah desa Singopadu.

Pabrik Gula Toelangan didirikan pada tahun 1850 oleh Pemerintah Belanda dengan nama N.V. Matsechappy Tot Exploitatie de Suiker Ondernamingen Kremboong en Toelangan. Kemudian berubah menjadi N.V. Mattschappy Kremboong en Toelangan yang dikelola oleh Tiedemen Van Kerehem (T.V.K). Setelah Indonesia merdeka, perusahaan-perusahaan yang dulunya dikuasai oleh Pemerintah Belanda kemudian diambil alih seluruhnya oleh Pemerintah Indonesia dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 229/UM/57. Setelah dilakukan beberapa kali perubahan nama kepengurusan, akhirnya dikeluarkan lembaran negara 234/1974 tentang perubahan hierarki kepengurusan sebagai berikut :

  1. Badan Khusus Urusan Perusahaan Negara Perkebunan menjadi Inspeksi Wilayah.
  2. Perusahaan Negera Perkebunan XXII berubah menjadi PT. Perkebunan XXI-XXII (Persero).
  3. Perusahaan Negara Perkebunan XXII PG. Toelangan berubah menjagi PG. Toelangan PT. Perkebunan XXI-XXII (Persero).

Sesuai PP. Nomor 15, tanggal 4 Februari 1996 tentang peleburan perusahaan perseroan (Persero) PT. Perkebunan XXI-XXII, dan Perusahaan Perseroan (Persero) XXVII menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan X, diputuskan Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan XXVII yang masing-masing didirikan berdasarkan PP. Nomor 13 tahun 1990, PP. Nomor 23 tahun 1973 dan PP. Nomor 7 tahun 1972 dilebur dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perkebunan Nusantara X yang selanjutnya dalam peraturan Pemerintah ini disebut PERSERO. PT. Perkebunan Nusantara X (persereo) membawahi 11 Pabrik Gula, 2 Rumah Sakit, 2 Pabrik Tembakau, 1 Pabrik Karung. Salah satu dari 11 Pabrik Gula dari PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) adalah Pabrik Gula Toelangan.

Sejak tahun 2016 PG Toelangan sudah tidak beroperasi lagi, menyusul kebijakan pemerintah akhir Agustus 2015 mengenai penutupan 10 pabrik gula di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pabrik gula Toelangan tidak beroperasi setelah masa giling (produksi) tahun 2016 selesai, sehingga masa giling di pabrik gula Toelangan hanya setengah bulan saja yaitu pertengahan Agustus hingga akhir Agustus. Padahal, biasanya masa giling di pabrik ini berkisar tiga hingga empat bulan. Seperti tahun 2015 lalu masa giling dilakukan setiap Juni hingga September. Hal ini terjadi karena di tahun terakhir beroperasi, PG Toelangan hanya dapat menyewa 300 hektar area kebun tebu, yang mana biasanya menyewa hampir 2700 hektar. Sulitnya menyewa kebun tebu dikarenakan adanya persaingan dengan pabrik gula lainnya. Karena lahan yang dapat disewa hanya sedikit, jadi tebu yang diproses juga sedikit dan tentu saja hal ini membuat perusahaan merugi.

Beberapa rencana yang akan dilakukan untuk menyiasati pabrik yang sudah tidak beroperasi adalah mengalihkan PG Toelangin menjadi museum pabrik tebu, hal ini dianggap bisa menjadi siasat yang dilakukan terhadap PG Toelangan yang mana sebetulnya alat-alat yang berada di pabrik tebu tersebut masih bagus dan bisa difungsikan, jadi pengalihan menjadi museum adalah langkah untuk menjadikan PG Toelangan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pabrik tebu.

1 Comment
  1. […] kan PG Tulangan wes tau dibahas sak durunge, saiki bahas Nyai Ontosoroh ae Lur, agar supaya kita menjadi wanita […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.