Petis Sidoarjo Numero Uno

0 7

GWSLur.id – Artikel kali ini bahas panganan ae yo Lur hehe. Cek makanan kearifan lokal Sidoarjo tak terkalahkan dengan makanan kekinian, oke a? Nek seng seneng mangan lontong kupang, rujak, tahu tek atau gorengan pasti yo seneng mbek kuliner satu ini. Yoi Lur, petis Sidoarjo Numero Uno!

Tidak hanya khas dengan lontong kupangnya, tapi Sidoarjo juga identik dengan bandeng dan udang. Nah nek bandeng itu bisa diolah menjadi beragam produk kuliner, berupa bandeng asep, bandeng tanpa duri, atau otak-otak bandeng. Nek udang iki yo isok diolah menjadi terasi dan petis. Petis iki menjadi salah satu primadona kuliner Sidoarjo, karena petis ini merupakan salah satu bahan dasar pembuatan lontong kupang seng dadi makanan Sidoarjo banget.

Sejarahnya tercipta petis Sidoarjo ada beberapa versi Lur. Seng pertama adalah ketika nelayan di wilayah Balongdowo, Kecamatan Candi yang sangat handal mengumpulkan hasil tangkapan kupang hingga kewalahan dan akhirnya istri-istri nelayan punya ide unutk mengolahnya dengan merebus hasil tangkapan tersebut agar lebih awet. Dari proses tersebut ternyata dapat menghasilkan produk sampingan berupa limbah air bekas rebusan. Cek tambah mantep, istri-istri nelayan itu memberi kaldu dan bumbu kemudian jadilah petis. Kalau versi yang lain adalah, karena nelayan-nelayan sangat handal menangkap dan mengumpulkan kupang, maka istri-istrinya yang membuat bumbu petis. Atau dulur Darjo tau krungu versi lain sejarah terciptanya petis Sidoarjo?

Menurut Wikipedia, petis iku komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah yang biasanya terbuat dari pindang, kupang, atau udang. Kemudian dipanasi hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Proses selanjutnya diberi gula aren atau gula batok sehingga warnanya berubah jadi hitam, ada yang menyebutnya juga dengan petis letek. FYI Lur, ternyata ada pelaku UKM petis ini ada yang juga membuat petis putih atau cere yang berasal dari gula pasir. Bila dibandingkan, petis cere merupakan petis kualitas utama yang memiliki harga lebih mahal dan kualitas atau ketahanan lebih lama dibanding petis letek. Petis cere sekilo sekitar 20ribuan dan dijual di rumah makan atau restoran. Nek petis letek sekilo sekitar 8ribuan. Ketahanannya awet 3 hari kalo ditaruh di tempat biasa, tapi awet sebulan nek dilebokno kulkas Lur.

Jadi, sebenernya nek ono seng ngomong Sidoarjo adalah Kota Petis, iku fakta Lur. Karena petis Sidoarjo seng lezatos ini tidak hanya dibuat dari udang tapi juga dibuat dari kupang. Hal ini bergantung dengan daerah produsen yang lebih banyak menangkap udang atau kupang. Kurang lebih proses pembuatannya sama, hanya saja rasa dan bahan baku yang berbeda. Pelaku UKM petis ini juga semakin banyak berkembang di Sidoarjo, karena sekarang sudah mulai banyak pelaku UKM petis ini yang mempromosikan petisnya lewat sosmed atau channel yusub lho Lur.

Karena tidak hanya sebagai penyedap rasa, tapi petis yang diekstrak dengan merebus untuk diambil sarinya ini mengandung asam amino, vitamin, dan juga mineral. Selain itu juga cita rasa kearifan lokal seperti gula aren atau cabe, bawang, dan sebagainya itu hanya dimiliki oleh petis, mayonaise asli Indonesia yang mantap dan bergizi. Dulur Darjo masih mau kan makan kuliner tradisional ini?

(hun)

Leave A Reply

Your email address will not be published.