5 Perbedaan Adat Istiadat dan Tradisi di Indonesia

0 2,241

Indonesia merupakan negara yang beragam dengan berbagai macam adat dan tradisinya. Namun, hal ini bukanlah penghalang untuk tetap menciptakan persatuan. Justru, sebagai salah satu cara memberikan toleransi dan menciptakan  keberagaman yang indah. Permainan tradisional Indonesia zaman dahulu pun juga sangat banyak. Setiap daerah, umumnya memiliki adat dan tradisinya masing-masing. Namun, tahukah anda bahwa keduanya berbeda? Untuk lebih jelasnya, akan kami bahas perbedaan adat istiadat dan tradisi dibawah ini.

Sebagai masyarakat yang bertoleransi tinggi, hal ini bukanlah penghalang untuk tetap memberikan keselarasan dalam menghargai. Justru, sebaiknya paham mengenai adat dan istiadat yang berlaku. Terlebih, jika memang dalam lingkungan yang kental akan hal tersebut. Karenannya, anda juga perlu memahami hal ini dengan lebih baik lagi. Simak ulasan lebih jelasnya mengenai perbedaan adat istiadat dan tradisi pada artikel ini.

Pengertian Adat Istiadat Dan Tradisi

Sebelum masuk ke pembahasan, maka Anda harus memahami terlebih dahulu pengertian kedua hal ini. Pengertian adat istiadat ialah kebuaydaan yang terdiri dari nilai kebudayaan, kebiasaan, kelembagaan, normal sampai hukum adat yang memang lazim dilakukan di setiap daerah. Dengan begitu, wajar saja jika sebuah daerah memiliki adatnya masing-masing.

Sedangkan untuk pengertian tradisi sendiri adalah sesuatu yang telah dilakukan sejak lama, menjadi bagian dari suatu kehidupan kelompok masyarakat. Umumnya, tradisi berlaku untuk kelompok, suatu negara, kebuadayaan, waktu maupun agamanya.

Perbedaan Adat Istiadat Dan Tradisi

Sangat penting untuk Anda memahami mengenai perbedaan adat istiadat dan tradisi. Dibawah ini akan kami ulas secara lengkap.

  1. Sisi Kebudayaan

Perbedaan Adat Istiadat dan Tradisi dari Sisi KebudayaanPerbedaan adat istiadat dan tradisi yang pertama yaitu dari sisi kebudayaan. Jika dilihat melalui kebudayaanya, dua hal ini memanglah hampir mirip. Namun, ternyata memiliki perbedaanya. Kebudayaan yang ada saat ini memang sudah berkembang dan menjadi kebiasaan. Namun, adat istiadat sendiri lebih menjelaskan mengenai informasi yang telah ada kemudian di teruskan kembali. Biasanya, mengenai informasi tersebut berlaku bagi generasi seterusnya.

Untuk tradisi sendiri berlaku sebagai warisannya. Warisan yang sudah turun temurun dari pendahulunya. Salah satu contohnya yaitu tradisi ritual tiwah di Kalimantan Tengah yang dipercaya dapat melancarkan perjalanan arwah menuju surga. Hal ini tentu tidak bisa di larang, karena sudah turun temurun dari generasi sebelumnya. Jadi, perbedaan keduanya dalam sisi kebudayaan memang tidak terlalu mencolok.

  1. Sisi Penerapannya

Sedekah LautJika dipahami melalui pengertiannya, mungkin akan terasa susah dalam memahaminya. Namun, kita bahas melalui sisi penerapannya. Dimana adat istiadat lebih cednerung kepada daerah sedangkan untuk tardisi yaitu kelompok. Pahami lebih dalam mengenai hal tersebut. Sudah sangat jelas jika daerah berbeda dengan kelompok. Seperti banyak informasi yang mengatakan bahwa “terdapat adat istiadat sedekah laut” tentu lebih merujuk kepada daerah. Yang memang, sudah menjadi kebiasaan sejak dahulu.

Kebo-keboanBerbeda lagi halnya jika anda pada penerapan tradisi “kebo keboan di banyuwangi” jelas lebih merujuk kepada kelompok. Sesuai dengan yang telah di wariskan sejak lama. Pewarisan ini tentu dari generasi ke generasi. Hanya saja, memang banyak masyarakat yang melihatnya sebagai kesenian. Tentu, hal ini bukanlah masalah.

Yang terpenting, yaitu memahami dengan benar arti dan sisi penerapannya. Jangan sampai, keliru dalam memahami karena akan berakibat fatal nantinya. Memang masyarkaat lebih mengenal tradisi dibandingkan adat istiadat. Oleh karena itu, alangkah baiknya untuk dapat membantu mengenai pemahaman hal ini. Dengan begitu, masyarakat akan lebih mengerti mengenai perbedaanya dan memahami cara implementasinya.

  1. Sisi Agama

Berpindah pada kacamata sisi agama, bisa jadi lebih membingungkan. Namun, kami akan membahas dengan mudah agar anda dapat memahaminya. Di Indonesia, berbagai macam agama telah resmi dan dapat dipilih sesuai keyakinan masing-masing. Menariknya, setiap agama dapat memiliki agama maupun tradisinya masing-masing. Hal ini tidak bisa disalahkan karena memang sudah kebiasaan ataupun pewarisan yang telah diberikan.

Hewan KurbanMembahas lebih dalam, salah satunya yaitu agama Islam. Kini, kita semua mengenai dengan bulan ramadhan ataupun idul fitri. Sebagai contoh, saat bulan ramadhan tentu banyak umat islam yang berpuasa maupun lebih mengedepankan hal-hal baik. Karena memang secara syariah mereka di berikan pemahaman mengenai hal tersebut. Juga mengenai Idul Adha yang memang di anjurkan untuk melakukan penyembelihan hewan qurban berupa sapi atau kambing.

MaligiaHal tersebut merupakan tradisi karena memang turunan dan diwarisi. Jika hal itu bukan turunan dan ditentukan maka akan berbeda lagi konsepnya. Kemudian, terdapat agama Hindu yang setiap tahunnya memiliki adat istiadat berupa Maligia. Hal tersebut dinyatakan sebagai adat istiadat karena memang sudah ketentuannya.

Jadi, keduanya jika dilihat dari sisi agama memang memiliki perbedaan. Baik untuk tradisi maupun adat istiadatnya. Meskipun begitu, jangan pernah menjadikan agama sebagai bentuk perpecahan. Karena, alangkah baiknya untuk pemersatu bangsa agar semakin kuat. Menjalin silahturahmi melalui adat dan tradisi masing masing tentu diperbolehkan. Namun, tetap beracuan pada kepercayaan yang dipegang.

  1. Waktu

Kemudian, kedua hal ini justru memiliki perbedaan dalam waktunya. Adat dan tradisi tentu memiliki perbedaan waktu dalam menjalankannya. Bagaimana jika tidak? Bayangkan saja, satu daerah memiliki adat dan tradisi yang dijalankan bersama. Tentu, masyarakat akan menjadi bingung dan menanggapi akan hal tersebut. Terlebih, untuk tradisi sendiri umumnya memang sudah diatur pada ketentuan masing-masing.

Mengenai adat, biasanya untuk waktunya bisa berubah. Mengapa berubah? Karena terkait dengan kepercayannya. Jika di jawa sendiri, terdapat kalender jawa yang juga digunakan sebagai penetu dalam menjalankan adat tersebut. Jadi, harus menyesuaikan adat jawa bukan berdasarkan tanggalan masehi. Dengan begitu, waktu yang ada memang bisa menjadi berubah. Namun, untuk waktu yang ditentukand alam adat biasanya juga harus disepakati bersama. Contohnya untuk adat “ sedekah laut cilacap” yang selalu ada setiap tahunnya.

  1. Perbedaan Sosial Ekonomi

Perbedaan adat istiadat dan tradisi yang terakhir yaitu dari perbedaan sosial ekonomi. Kembali, membahas melalui sisi yang cukup tinggi yaitu pada sosial ekonomi. Sudah pasti, kegiatan sosial memiliki keterkaitan langsung pada ekonomi. Begitu juga mengenai adat dan tradisinya. Lantas, apakah ada perbedaanya? Jika di lihat begitu saja, keduanya memang memiliki nilai sosial yang tinggi dan ekonomi baik. Bagaimana tidak, saat sedang berlangsung kegaiatan ini tentu akan mendapatkan pengunjung dan lebih dikenal oleh masyarakat lainnya.

Keduanya memang sama-sama mengedepankan kepada fungsi dan keyakiannya. Namun, perbedaanya sederhana dan mungkin lebih merujuk kepada nilainya. Dimana, seperti biasa untuk menyelengarakan adat lebih banyak modalnya dibandingkan tradisi. Ini sudah cukup pasti, namun juga bisa sebaliknya. Sebagai contoh tradisi qurban tentu akan bersamsa-sama bersedekah agar bisa bermanfaat sebagai amalan baik.

Begitulah perbedaan adat istiadat dan tradisi versi GWSLUR yang perlu Anda pahami. Sebagai masyarakat, alangkah baiknya untuk tetap menjaga kerukunand alam bertetangga. Jangan sampai, perbedaan pendapat justru membawa petaka. Semoga kita bersama selalu menjaga dan melestarikan kebudayaan yang sudah berkembang !

Leave A Reply

Your email address will not be published.