9 Penyanyi Terkenal di Indonesia Era 80-an

0 5,202

GWSLur_id – Hey dulur-dulur, bulan desember pas suasana mendung gerimis rintik-rintik paling enak nih buat dengerin mp3 player buat muter lagu nostalgia, sambil inget-inget kenangan masa lalu gitu, hehe. Sekarang kami akan membahas Penyanyi terkenal di Indonesia Era 80-an, pada artikel sebelumnya kami telah membahas Pelukis Termahal di Indonesia. Jika kita rujuk pengertiannya, lagu nostalgia adalah lagu yang mampu membangkitkan kenangan atau ingatan di masa lampau, masa-masa yang sudah lama kita lewatin gitu guys, masa lampau merujuk pada periodisasi kurun waktu tertentu. So, anggapan sebuah lagu nostalgia ini tentu tergantung pada zaman kehidupan yang dijalani oleh seseorang. Namun realitanya, masyarakat Indonesia menilai lagu nostalgia identik dengan lagu-lagu yang dirilis pada tahun 70-an hingga 80-an.

Meskipun lebih dari tiga dasawarsa telah berlalu, namun musisi dan musik pada era 80-an masih melekat dan mendapat tempat yang baik di hati para penikmat dan pendengar musik, baik yang berada di masa tersebut bahkan masa setelah era itu, termasuk generasi zaman now. Salah satu pengemat musik Indonesia Denny Sakrie menjelaskan bahwa perkembangan musik pada masa 80-an terbilang cukup sporadis dan dinamis. Kemunculan genre-genre dan jenis baru seperti electro-pop, RnB, new wave, dan glam rock memberikan pengaruh pada para penikmat musik bahkan musisi-musisi itu sendiri. Di era 80-an para penyanyi merasa sangat bangga membawakan cover version, sedangkan di era sekarang lebih bangga lagi kalo membawakan lagu sendiri.

Musik Era 80-an

Musik era 80-an cukup diakui sebagai era yang memiliki kualitas musik terbaik, khususnya pada perkembangan musik di tanah air. Perbedaan yang terlihat dengan musik abad 20 adalah musik era 80-an lebih kaya dari segi materi lagu namun dari lirik juga. Bahasa puitis nan indah bermakna yang mengandung pesan moral kehidupan banyak dil;ahirkan pada era 80-an.  Sedangkan di era sekarang beberapa kali kita dengar lagu dengan lirik yang sederhana dengan penggunaan bahasa kekinian, tentu hal tersebut menghadirkan ciri khas tersendiri pada zamannya. Sebab, lagu tersebut pun menuai kesuksesan dan booming dengan keunikan tersendiri.

Perbedaan yang cukup signifikan tersebut dijelaskan oleh Tonny Wenas selaku musisi yang besar di era 80an karena ia merasa bahwa musisi lokal masa kini lebih banyak “disetir” oleh produser dan pasar. Jika dulu musisi diberi kebebasan, namun sekarang lagunya cenderung memiliki kesamaan pesan atau isi dalam lagu, seperti soal patah hati, perselingkuhan dsb.

Penyanyi Terkenal di Indonesia Era 80-an

Nah kalo sudah berbicara tentang lagu di era 80an yang banyak melahirkan lagu Indonesia dan musisi berkualitas ini, rasanya kurang lengkap cuap-cuap kita jika tidak mengulas siapa saja sih deretan penyanyi terkenal era 80an, berikut nih GWS bakal mengulas 9 penyanyi terkenal di Indonesia Era 80an, yuk simak ulasannya :

  1. Tommy J Pisa

Tommy J PisaPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang pertama yaitu Tommy J Pisa, merupakan penyanyi yang populer di era 80 an hingga awal 90 an. Penyanyi asal Palembang ini adalah lulusan Universitas Jayabaya, Jakarta Timur. Tommy mengawali karir musik pada tahun 1985 dengan menelurkan dua album “Biarkan Aku Menangis” serta “Cinta dan Harapan”. Selama berkarier beliau menghasilkan sepuluh album musik dan dua single. Lagunya yang bertajuk “Biarkan Aku Menangis” dan “Di Batas Kota Ini” adalah lagu paling populer pada era 1983 hingga 1992. Tommy J. Pisa juga pernah merilis tiga album dangdut yaitu Nasib pengamen, Dia sahabat karibku, dan Air mata perpisahan. Kalo dulur-dulur penikmat musik era 80an masih pada ingetkan lirik-lirik penyanyi dengan suara khas dan lagunya yang sentimental, diantara lagu-lagu tersebut mana nih yang paling disuka?

  1. Deddy Dores

Deddy DoresPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke-2 yaitu Deddy. Terkenal dengan nama besarnya, Deddy Dores memiliki nama asli Dedi Suriadi. Musisi ini lahir di Surabaya, pada tanggal 28 November 1950  dan menghembuskan nafas terakhir di Tangerang Selatan, 17 Mei 2016 pada umur enam puluh lima tahun. Deddy Dores adalah penyanyi dan pencipta lagu Indonesia. Deddy Dores mulai dikenal namanya saat membangun sebuah grup band yang diberi nama Freedom of Rhapsodia yang hits dengan lagu “Hilangnya Seorang Gadis” pada tahun 1972.

Hingga dua tahun kemudian tergabung menjadi gitaris sebuah grup band rock “God Bless” namun tidak berlangsung lama. Penyanyi kelahiran Surabaya ini juga pernah tergabung dalam sebuah band rock bernama Super Kid bersama Deddy Stanzah dan Jelly Tobing yang didirikan pada tahun 1975. Popularitas Deddy Dores semakin mencuat, ketika memotori kelahiran bintang pop rock asal Bandung Nike Ardilla dengan tembang gubahannya yang melejit di pasaran, yaitu “Bintang kehidupan”.

  1. Ebiet G. Ade

Ebiet G. AdePenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke-3 yaitu Ade. Penyanyi sekaligus penulis lagu bernama Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far atau yang lebih dikenal dengan nama Ebiet G. Ade ini lahir di Wanadadi, Banjarnegara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1954. Ebiet G. Ade dikenal dengan lagu-lagu yang mengisahkan alam dan duka atau derita kelompok marjinal. Beliau terinspirasi mengambil kisah dari suasana kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970 bahkan hingga sekarang.

Sehingga tema lagu yang ditelurkan sangat beragam tidak hanya tentang cinta, namun banyak juga bertemakan alam, sosial-politik, bencana, religius, keluarga. Yang sangat luar biasa adalah penyanyi terkenal sejak era 80an ini, tidak pernah menyanyikan lagu yang diciptakan orang lain. Kecuali lagu yang berjudul “Surat dari Desa” yang diciptakan Oding Armaldi dan “Mengarungi Keberkahan Tuhan” yang ditulis bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Darah musisinya pun diwarisi oleh anak beliau, yang kini juga berkiprah dalam dunia tarik suara, yaitu Adera.

Lagu-lagu ebiet menjadi trend baru dalam khazanah musik pop Indonesia. Sehingga tidak heran, Ebiet sempat merajai dunia musik pop Indonesia pada kisaran tahun 1979 hingga 1983. Sekitar tujuh tahun Ebiet melakukan rekaman di sebuah perusahaan rekaman bernama Jackson Record, tepatnya pada tahun 1986, perusahaan rekaman yang melambungkan namanya ini tutup sehingga pelantun tembang “Camelia” ini terpaksa keluar. Ebiet pun sempat mendirikan perusahaan rekam sendiri yang bernama EGA Records. Yang mana berhasil memproduksi tiga album dengan judul Menjaring MatahariSketsa Rembulan Emas, dan Seraut Wajah. Tentu masih banyak sekali karya-karya Ebiet yang melegenda diantaranya Kupu-Kupu Kertas, Aku Ingin Pulang dan masih banyak lagi, mana yang menjadi favorit dulur-dulur semua?

  1. Betharia Sonata

Betharia SonataPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke-4 yaitu Sonata. Penyanyi dengan nama asli Sri Betharia Sonatha ini, lahir di Bandung pada 14 Desember 1962. Karirnya meroket sebagai pelantun lagu Hati Yang Luka. Idola para kaum hawa pada masanya, siapa yang tidak kenal dengan lagu hits “Hati yang Luka” dan masih banyak lagi lagu yang sukses dinyanyikan beliau. Tembang indah tersebut mengantarkannya meraih Golden Kaset HDX untuk album Hati Yang Luka. Setelah albumnya yang fantastis tersebut, Betha mengeluarkan albumnya di antaranya, Seandainya tahun 1995, Memoriku Di Karaoke tahun 1997, Best of Betharia Sonatha Karaoke tahun 1999, Melayu Deli Betharia Sonatha tahun 1999 dan Platinum 22 Best Of Betharia Sonatha Vol. 002 tahun 2003.

Album-album tersebut diproduksi oleh Musica Studio’s. Semenjak berkutat dalam dunia tarik suara, Betharia Sonata menelurkan tiga puluh album solo, jumlah yang sangat fantastis ya lurr! Hingga dari jerih payahnya tersebut dapat menikmati royalti seratus juta rupiah per tahun. Selain mendapat penghargaan dari Golden Kaset, Betharia juga meraih tujuh buah Golden Records. Wahh sungguh pencapaian yang luar biasa bukan.

  1. Christine Panjaitan

Christine PanjaitanPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke 5 yaitu Christine. Lahir pada tanggal 23 Desember 1960 berdarah Tapanuli, nama Christine Natalina Panjaitan melambung saat menyanyikan lagu karya Rinto Harahap yang berjudul “Katakan Sejujurnya”. Lagu yang dinyayikan oleh Christine Panjaitan diantaranya Hati Ini Milikmu (ciptaan Arche Rempengan), Untuk Mama (ciptaan Rinto Harahap), Senyum Bahagia (ciptaan Anto), dan masih banyak lagi karya yang dibawakan.

  1. Dian Piesesha

Dian PieseshaPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke 6 yaitu Diah Daniar, atau yang dikenal dengan Dian Piesesha lahir di Bandung, 9 Maret 1961. Karirnya melejit saat membawakan lagu dengan judul “Tak Ingin Sendiri” ciptaan Pance Pondaag. Karya-karya emas lain yang dinayikan adalah Pop Indonesia (1980), Aku Cinta Padamu (1982), Engkau..Segalanya Bagiku (1986)

  1. Chrisye

ChrisyePenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke-7 yaitu Chrisye. Penyanyi dengan nama lahir Christian Rahadi pada tanggal 16 September 1949 ini dikenal dengan nama panngung Chrisye. Pada tahun 1976 Chrisye bekerja sama dengan salah satu band bernama “Gipsy” dan Guruh Soekarnoputra untuk merekam album indie Guruh Gipsy. Setelah keberhasilan album Guruh Gispsy tersebut pada tahun 1977 Chrisye menelurkan dua karya terbaiknya yaitu “Lilin-Lilin Kecil” dan “Badai Pasti Berlalu” yang membuat musica studios merekrut beliau.

Kamudian melalui perusahaan rekaman tersebut Chrisye merilis album solo perdana, Sabda Alam pada tahun 1978. Hingga dua puluh lima tahun penyanyi dengan karakter suara khas ini menhasilkan delapan belas album solo lain. Pada tanggal 30 Maret 2007, Chrisye menghembuskan nafas terakhir karena pnyakit kanker paru-paru yang diderita.

Dikenal untuk vokalnya yang halus dan gaya panggung yang kaku, Chrisye dianggap salah satu penyanyi Indonesia legendaris. Lima album karya Chrisye dimuat dalam daftar 150 (seratus lima puluh) Album Indonesia Terbaik oleh majalah musik Rolling Stone Indonesia. Bukan hanya itu, lima lagunya dimuat dalam daftar lagu terbaik oleh majalah yang sama pada tahun 2009. Beberapa albumnya pun mendapat sertifikasi perak. Chrisye menerima dua lifetime achievement award, yang pertama didapat pada tahun 1993 dari BASF Awards, sedangkan yang kedua diperoleh pada tahun 2007 dari stasiun televisi SCTV. Hingga [pada tahun 2011, Rolling Stone Indonesia mencatat Chrisye sebagai musisi Indonesia terbaik nomor tiga sepanjang masa.

  1. Vinna Pandhuwinata

Vinna PandhuwinataPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang ke-8 yaitu Vinna. Memiliki nama asli Vina Dewi Sastaviyana, lahir di Bogor 6 Agustus 1959. Beliau merupakan salah satu diva musik pop Indonesia yang karirnya makin melejit melalui lagunya yang berjudul “Burung Camar” pada atahun 1985. Album perdananya di bawah naungan Jackson Records bertajuk Citra Biru pada tahun 1981. Album yang memuat lagu “Citra Biru” tersebut memperkenalkan nama Vina di belantika musik Tanah Air.

Pada album kedua dirilis setahun kemudian bertajuk Citra Pesona pada tahun 1982 melibatkan pencipta lagu seperti James F. Sundah, Dodo Zakariah dan juga penata musik Addie M.S. Nah si album yang kedua ini nama Vina mulai melambung tingi. Album ini berisi lagu antara lain “September Ceria”, “Resah”, “Dunia yang Kudamba”, dan “Kasmaran”. Album ketiga yaitu Citra Ceria pada tahun 1984 pun demikian berhasil merengkuh simpati penikamt musik era 80-an, diantara lagu terserbut berjudul “Di Dadaku Ada Kamu”, “Di antara Kita”, dan “Duniaku Tersenyum”.

Penyanyi terkenal di Indonesia era 80-an Melalui album Burung Camar tahun 1985 ini, namanya semakin mencuat. Lagunya dengan judul yang sama dalam album tersebut, kemudian menjadi icon dirinya, dengan sebutan “Vina si Burung Camar”. Bukan hanya itu, di luar kesuksesan album-album tersebut, Vina pun berjaya di ajang festival. Tiga kali berturut-turut pelantun lagu Burung Camar ini mendapat gelar penyanyi berpenampilan terbaik pada Festival Lagu Populer Nasional. Tahun 1983 ia menang lewat lagu “Salamku Untuknya” ciptaan Adji Soetama dan Irianti Erningpradja. Kemudian yang tak kalah hitsnya lagu yang berjudul “Aku Melangkah Lagi” (Santoso Gondowidjojo, 1984), serta “Burung Camar” (Aryono Huboyo Djati dan Iwan Abdulrachman, 1985).

Tahun 1987 Vina tetap prima lewat album Cium Pipiku yang memuat lagu populer seperti “Cium Pipiku”, “Surat Cinta”, “Biru”, dan “Logika”. Hingga tahun 90-an, Vina dapat mempertahankan popularitasnya melalui tembang  “Rasa Sayang Itu Ada” pada 1991. Tidak puas dengan pencapaian tesebut tahun 1992 Vina masih berkarya dengan mengeluarkan single yang bertajuk “Mutiara yang Hilang” yang pernah dipopulerkan Ernie Djohan pada akhir 1960-an. Tidak puas dengan tampil sebagai penyanyi solo, Vina pun juga berduet dengan Broery Pesulima dengan lagu “Bahasa Cinta”.  Vina juga memopulerkan lagu ciptaan Loka M Prawiro, “Aku Makin Cinta”. Bahkan lagu tersebut akhirnya menjadi jingle iklan sebuah merek sabun colek tahun 2000-an dan akhirnya dikenal oleh generasi zaman now.

Setelah malang melintang di dunia musik tanah air selama 25 tahun dan menelurkan belasan album, Vina menggelar Konser Tunggal bertajuk Viva Vina pada 18 Februari 2006. Dalam konser yang juga dihadiri pesohor seperti Guruh Soekarnoputra, maestro Idris Sardi, Titiek Puspa dan diva Malaysia, Sheila Majid, Vina membawakan 23 lagu selama 3 jam pergelaran

  1. Uci Bing Slamet

Uci Bing SlametPenyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang terakhir yaitu Ratna Lusiana Albar, atau yang lebih akrab dekenal dengan Uci Bing Slamet lahir di Jakarta pada 8 Februari 1963. Tembang “Bukit Berbunga” merupakan lagu yang dinyanyikan Uci Bing Slamet di era 80-an yang berhasil membawa penyanyi dan penciptanya menuju popularitas. Lagu ini pun kemudian dirilis lagi oleh banyak penyanyi dalam berbagai versi.

Itulah 9 penyanyi terkenal di Indonesia era 80-an versi GWSLur yang bisa Anda cari musiknya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.