8 Macam-Macam Wayang di Indonesia

0 824

GwsLur_id – Siapa sih yang tidak kenal dengan wayang? Kesenian yang menjadi warisan budaya negeri kita ini harus tetap dijaga dan dilestarikan. Ada juga seperti penyanyi terkenal di Indonesia era 80-an yang juga masih eksis sampai sekarang. Wayang memang melekat pada kebudayaan jawa. Namun faktanya, wayang tidak hanya ada di jawa saja melainkan juga terdapat di wilayah lainnya, misalnya Sumatera dan Semenanjung Malaya. Perkembangan wayang memang berjalan dengan cukup pesat dan sedikit banyak  memberi pengaruh pada kebudayaan Indonesia. Namun, sudahkah kita mengenal macam-macam wayang? Untuk itu, baca terus selengkapnya pada artikel ini.

Di Indonesia, banyak sekali wayang yang masih eksis di masyarakat. Terlebih, di daerah jawa yang memang masih kental akan kebudayaan ini. Hampir setiap memperingati hari jawa maka terdapat pentas seni wayang. Selain itu, acara pernikahan juga kerap kali memakai pertunjukan wayang. Nah dari penjelasan seputar kesenian wayang tersebut yang ternyata memiliki berbagai macam jenis, sudahkah kita memahami jenis dari wayang?Jika belum paham, tak perlu khawatir berikut akan kami ulas macam-macam wayang secara lengkap. Supaya lebih mengenal dan memahami yuk simak ulasannya

Daftar Lengkap Macam-Macam Wayang

Beberapa macam wayang harus kita pahami demi melestarikan kesenian wayang. Yuk simak selengkapnya dibawah ini, seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”, So baca dengan seksama ya..

  1. Wayang Golek

8 Macam-Macam Wayang di Indonesia : Wayang GolekMacam-macam wayang yang pertama yaitu wayang golek. Kerap kali mendengar namanya, namun sudahkah kita mengenalnya? Wayang golek berbentuk kayu dengan menggunakan baju panang. Bentuknya seperti lazimnya sebuah boneka hanya saja terbuat dari kayu. Di daerah jawa masih banyak yang memainkan wayang golek, bahkan dalangnya sendiri sangatlah berpengalaman.

Untuk pembawaan seni wayang golek biasa di ambil melalui cerita sejarah. Seperi halnya pada masa Batavia, Kerajaan Sultan dan sebagainya. Berbeda dengan wayang lainnya, wayang golek tidak mengunakan kelir. Di tanah sunda, wayang golek sangatlah terkenal dan masyarakat kerap menunggu pertunjukannya.

  1. Wayang Purwa

Wayang PurwaWayang ini disebut wayang kulit karena memang terbuat dari kulit lembu. Dimainkan oleh alang menggunakan kelir. Kelir merupakan kain putih yang berbentuk layar serta di sorotkan lampu listrik untuk dapat dijadikan tontonan. Karenanya, penonton akan melihat bayangan yang jatuh dari kelir tersebut. Banyak sekali masyarakat yang tertarik akan pertunjukannya.

Cerita yang dibawakan wayang purwa banyak berdasarkan kisah dari mahabharata maupun ramayana. Ukuran dari wayang ini tidak terlalu besar namun seiring berjalannya waktu terdapat perubahan pada ukurannya. Meskipun begitu, pertunjukan ini juga masih sangat di tunggu oleh masyarakat. Terlebih, bagi mereka yang memang menyukai wayang.

  1. Wayang Klitik

Wayang KlitikSekilas, jika dilihat wayang yang satu ini mirip dengan wayang kulit lainnya. Namun, wayang klitik terbuat dari kayu yang di olah menjadi bentuk wayang. Dengan berbagai motif yang ada menunjukan karakter dari setiap wayang. Wayang ini tidak ditancapkan pada pelepah pisang, namun menggunakan kayu yang berlubang.

Untuk cerita mengenai wayang klitik biasa di ambil melalui kisah Panji dan Damarwulan. Dengan begitu, perjalanan keduanya akan lebih kita pahami jauh lebih benar. Pentas wayang ini masih terdapat di beberapa tempat. Tentu, banyak masyarakat yang sudah menunggu pertunjukannya.

  1. Wayang Madya

Wayang MadyaK.G Mangkunegara IV pada abad ke 18 menciptakan wayang Madya. Ternyata, wayang ini merupakan perpaduan dari wayang Gedog serta wayang Purwa. Dibuat dengan menggunakan kulit yang dibentuk menjadi karakter sebuah wayang. Motif pada wayang juga melambangkan watak dari karakter tersebut.

Cerita wayang banyak di kisahkan dari cerita pandawa. Umumnya, mengenai perang Bharatayuda yaitu Prabu Parikesit. Namun, untuk saat ini sudah jarang yang memainkan wayang ini karena memang masyarakat lebih banyak yang menggemari wayang Purwa. Meskipun begitu, saat terdapat kebudayaan jawa masih kerap kali mengadakan pentas seni.

  1. Wayang Beber

Wayang BeberBeberan memiliki arti berupa lembaran-lembaran yang diolah dari kain maupun kulit lembu. Kemudian, dibentuk menjadi tokoh tokoh wayang seperti biasa. Tiap lembaran biasanya memiliki satu adegan cerita. Menariknya, wayang beber saat tidak digunakan bisa digulung sementara. Konon, wayang ini dibuat pada masa kerajaan Majapahit.

Namun, para wali songo melakukan modifikasi sehingga wayang ini dapat digunakan dalam menyebarkan agama islam. Hal ini dikarenakan agama islam melarang bentuk gambar serta kaitannya dengan patung. Kini, sejarah ini masih tetap dilestarikan pada beberapa daerah. Meskipun, untuk pertunjukannya memang sudah jarang dimainkan.

  1. Wayang Gedog

Wayang GedogSunan Giri pada tahun 1485 menciptakan wayang Gedog. Terbuat dari kulit yang dibentuk sesuai pada wataknya masing-masing. Terlebih, dengan adanya penambahan motif unik semakin memperjelas karakternya. Untuk memainkannya, dibutuhkan dalang dalam membantu pementasan agar menjadi lebih mudah. Bentuk wayang mirip wayang purwa.

Wayang ini menceritakan mengenai Panji serta latar belaja dari raja raja Kerajaan seperti jenggalan, Singasari maupun kediri. Namun, untuk tokoh tokoh raja tidak mengguankan gelung supit urak serta tokoh raksasa. Tentu, cerita yang disajikan sangatlah baik jika didalami secara mendalam. Terlebih, bagi kita yang memang senang akan cerita wayang.

  1. Wayang Suluh

Wayang SuluhDibuat oleh seorang budayawan bernama R.M Sutarto Harjowahono tahun 1920. Wayang ini termasuk dalam kategori modern. Karena, memang bentuknya terbuat dari kulit dengan sentuhan warna pada setiap karakternya. Warna ini dibuat seperti pakaian yang sangat lengkap. Biasanya, wayang ini digunakan untuk penerangan masyarakat. Terdapat dalang yang akan membantu karakter dalam

Cerita yang dibawakan biasanya mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam mengambil perjuangan melawan penjajah. Dimana, banyak yang dikaitkan dengan rakyat dan kepemimpinan dari Ir. Soekarno. Banyak sekali hikmah yang dapat di peroleh dari menonton wayang ini. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang senantiasa mengemari wayang ini. Pentas seni juga kerap kali di tujukan pada beberapa kota besar di setiap ulang tahun kota.

  1. Wayang Orang

Wayang OrangMacam-macam wayang yang terakhir yaitu wayang orang. Tahukah kita mengenai wayang orang? Wayang ini tentu menggunakan orang sebagai karakter dalam pemainnya. Dipentaskan secara langsung oleh orang dengan menggunakan pakaian maupun busana yang berbentuk layknya wayang. Di daerah jawa masih cukup banyak yang menyukainnya. Terlebih, memang hampir setiap tahunnya selalu ada.

Menceritakan mengenai berbagai macam kisah wayang maupun sejarah kerajaan. Banyak hikmah yang dapat diperoleh dari menonton wayang orang. Terlebih, dengan unsur karakter yang nyata semakin membuat penonton mudah memahami alur ceritanya. Berbagai adegan dapat dipahami dengan lebih mudah. Dijamin, sangat menyenangkan menonton pertunjukan wayang orang !

Cerita di ambil berdasarkan siklus cerita panji dan darmawulan. Banyak sekali manfaat wayang berupa nilai kehidupan yang dapat di ketahui dari pertunjukan wayang ini. Kini, sudah mulai jarang yang menyelengarakan pertunjukan wayang orang. Karena itu, sudah saatnya seharusnya sebagai generasi bangsa melestarikannya.

Bagaimana semua dulur GWSLur, apakah sudah cukup memahami macam-macam wayang tersebut? Semoga dengan mengenal membuat kita makin sayang dengan budaya negeri. Jadi, alangkah lebih baik jika langkah kecil kita untuk menjaga warisan budaya dimulai dengan memahami dengan kesenian negeri dengan benar. Terlebih, sebagai generasi penerus bangsa tentu tidak ingin kesenian asli dari Indonesia di klaim oleh negara lain bukan. Kini, kita sudah memulai langkah awalnya dalam memahami macam-macam wayang. Semoga artikel ini bermanfaat !

Leave A Reply

Your email address will not be published.