Kupang Lontong Khas Sidoarjo yang Wajib di Lestarikan

Kupang Lontong

0 31

Gwslur.id – Kupang Lontong, berbicara seputar kuliner memang tidak ada habisnya. Terlebih kuliner olahan khas suatu daerah tentu menjadi kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan untuk menjaga warisan budaya daerah agar tetap terjaga.

Sama halnya dengan  kupang sebagai hasil laut yang menjadi olahan khas Sidoarjo, eksistensinya harus tetap terjaga ditengah menjamurnya olahan modern lain seperti fast food yang acapkali menjadi perbincangan dan banyak digandrungi oleh kaulah muda.

Kupang adalah salah satu hasil perikanan laut yang termasuk dalam kelompok kerang-kerangan. Kandungan gizi kupang tidak perlu diragukan lagi, khususnya kandungan protein. Kadar protein yang tinggi tentu sangat penting bagi masyarakat. Menurut riset dari Prayitno (dalam Safrida:2017) menjelaskan kupang mengandung air 75,70%, kadar abu 3,09%, protein 10,85%, lemak 2,68% dan karbohidrat 1,02 %. Dengan  kadar gizi demikian pemanfaatan kupang sebagai bahan bergizi tinggi perlu disosialisasikan kepada masyarakat.

Kupang hanya dikenal di daerah-daerah tertentu seperti Sidoarjo, Surabaya, Bangil dan sekitarnya. Hal ini menjadi potensi besar bagi Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo sebagai penghasil kupang untuk melakukan berbagai inovasi makanan olahan dari kupang seperti kerupuk kupang, petis kupang, dan lontong kupang. Diantara makanan olahan dari kupang tersebut, sajian terpopuler adalah kupang lontong dengan bahan utama kupang dan lontong.

Bahan dasar kupang lontong tentu berupa kupang, yang terlebih dahulu mengalami proses pencucian dan perebusan, setelah itu kupang yang sudah bersih direbus bersama kaldu kupang dan ditambah gula, garam, gula, dan potongan daun bawang, serta bawang putih halus yang telah ditumis. Sedangkan penyajian kupang lontong memiliki cara tersendiri yang menjadi keunikan dan daya tarik bagi para penikmat sajian ini. Sebab, bumbu dasar berupa bawang putih, cabe rawit dihaluskan langsung ke dalam piring  hidang ditambah sedikit gula pasir. Setelah halus ditambah dengan petis dan perasan jeruk nipis yang sudah pasti membuat cita rasa sajian kupang lontong makin nampol. Kemudian ditambah dengan irisan lontong dan daging rebusan kupang lalu disiram dengan kuah kaldu kupang. Sebagai pelengkap lentho dapat diremas dan ditaburkan diatas piring bersama dengan bawang goreng.

Perkembangan kupang lontong dari dulu hingga sekarang tumbuh dengan pesat, namun belum ada inovasi baru berupa produk berbahan dasar kupang. Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mengenalkan olahan kupang lontong terlihat dengan diselenggarakannya Festival Kupang Lontong dalam rangka hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-158 tahun 2017 silam.

Promosi ini gencar dilakukan sebagai sarana edukasi pada masyarakat bahwa kupang lontong bukan merupakan sajian berbahaya apabila dimasak secara higienis dan benar. Justru kupang lontong merupakan sajian bergizi yang mengandung protein dan zat besi tinggi sehingga baik untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan pertumbuhan.

Stigma negatif yang pernah beredar ditengah masyarakat perihal kupang yang terkontaminasi zat berbahaya yaitu timbal yang melebihi batas aman, juga adanya pendapat yang mengatakan kalau mencari  kupang menggunakan umpan kotoran manusia jelas tidak benar. Para nelayan mencari kupang dengan menggunakan umpan berupa tanah liat berwarna kuning dipenuhi rumput dan ganggang laut sehingga kupang menyenangi tempat tersebut dan akhirnya menempel.

Jadi dulur Sidoarjo para penikmat kupang lontong tidak perlu khawatir lagi untuk menikmati sajian kupang lontong dengan sensasi pedas, manis, dan asam yang menggugah selera ini. Pengen tahu kuliner khas lainnya dari sidoarjo : https://wp.me/p9Mn7V-1rN

Leave A Reply

Your email address will not be published.