Kelenteng Tjong Hok Kiong

0 32

GWS.id – Kelenteng Tjong Hok Kiong adalah kelenteng terbesar di Sidoarjo, kelenteng ini berada di Jalan Hang Tuah. Didirikan pada tahun 1863, arsitektur dari Klenteng Tjong Hok Kiong ini juga bernuansa khas bangunan kelenteng dengan gapura yang besar dan menjulang tinggi. Di bagian dalam, bangunan kelenteng dibagi dua, yaitu tempat sembahyang dan lobi, serta ruang kantor pengelola. Kebersihan kelenteng ini juga selalu diperhatikan dengan baik.


Kelenteng Tjong Hok Kiong ini banyak didatangi umat Khong Hu Chu dari berbagai daerah di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, seperti Pasuruan, Gresik, Mojokerto, bahkan dari luar pulau. Ramainya kunjungan umat Khong Hu Chu dari berbagai daerah ke sini disebabkan oleh kepercayaan masyarakat terkait kelebihan kelenteng ini dalam hal pengobatan. Konon, orang-orang sakit berat bisa sembuh setelah berdoa di Tjong Hok Kiong.

Pengurus kelenteng ini merupakan pengusaha terkenal Sidoarjo yang pada era Orde Baru juga dipercaya sebagai orang yang menangani proses naturalisasi warga Tionghoa. Mereka juga dilibatkan dalam Bakom PKB (Badan Komunikasi Persatuan dan Kesatuan bangsa), lembaga bentukan TNI dan rezim Orde Baru, yang menganut prinsip asimilasi. Jadi segala urusan yang berkaitan dengan pergantian nama atau agama ditangani oleh Bakom PKB.

Perayaan terbesar setiap tahun yang diadakan di kelenteng ini adalah Hari Jadi Mak Co (Yang Mulia Mahco Thian Siang Seng). Tian Shang Sheng Mu (h:天上聖母; p=tiān​shàng; Hokkien=Tian Siang Sing Bo; Kantonis=Tin Hau) dikenal pula dengan sebutan Ma Zu atau Mak Co. Karena hidupnya yang sederhana dan gemar berbuat kebaikan, masyarakat memanggilnya Lin San Ren (Lin orang yang baik). Dia dikenal sebagai Dewi Laut, penolong para pelaut, serta pelindung etnis China di wilayah Selatan dan imigran di Asia Tenggara. Kultus Tian Shang Sheng Mu terutama berkembang pada wilayah pesisir pantai dimana penduduknya bergantung pada aktivitas kelautan. Semenjak zaman Dinasti Song sampai Dinasti Qing, tidak kurang dari 28 gelar kehormatan yang dianugerahkan oleh kerajaan kepadanya. Gelar tersebut antara lain: Fu Ren (Nyonya Agung), Tian Hou/Tian Fei (Permaisuri Surgawi), Tian Shang Sheng Mu, dan Ma Zu Po (Nenek Ma Zu).


Yayasan kelenteng ini juga membina beberapa kegiatan olahraga dan kesenian. Olahraga yang dibina adalah bola basket, banyak pemain basket bagus lahir dari sini. Di bidang kesenian kelenteng ini ikut melestarikan kesenian wayang potehi sejak masa Orde Baru. Ki Subur adalah seorang dalang yang sekaligus ketua grup wayang titi Fuk Hou An. Ki Subur adalah dalang wayang potehi yang telah dikenal pada skala lokal di Sidoarjo, beliau bahkan beberapa kali diundang ke ibukota dan luar negeri.

(dnm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.