Kampung Kerupuk Kedung Rejo Sidoarjo

0 61

Dulur Sidoarjo sedoyo, rasane kurang menteb yo, kalau makan tanpa ditemani olahan ringan pelengkap hidangan sebagai penambah cita rasa makanan kita. Contohnya saat wisata ke Pulau Sarinah Sidoarjo. Opo se kuwi, olahan ringan kuwi? Sing kriuk kriuk iku lho, hehehe? That’s right guys, kerupuk. Cemilan khas Indonesia ini kehadirannya di meja makan mutlak perlu bagi sebagian orang, lek gaono gak rasa jarene, hehe. Terlebih untuk acara hajatan, khususe wong-wong Sidoarjo seperti hajatan pernikahan, makan-makan setelah rapat, olahan yang satu ini pasti digoleki, mutlak dibutuhkan dan dicari sebagai pelengkap hidangan. Nah dulur Sidoarjo menawa butuh cemilan khas sitok iki ra perlu khawatir, sebab ning Sidoarjo ana panggonan sing gak kalah epic, yaiku Kampung Kerupuk Kedung Rejo Sidoarjo. Ning kene bakal ketemu berbagai macam olahan jenis krupuk, tinggal pilih. Dulur Sidoarjo wes podo eruh durung panggonan iki?

Kampung Kerupuk Kedung Rejo Sidoarjo

Kampung Kerupuk adalah julukan bagi warga Desa Kedung Rejo, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Sebab di kampung yang satu ini hampir seluruh penduduknya berprofesi sebagai pengusaha krupuk. Jadi julukan ini seolah-olah sudah melekat nih pada Desa Kedungrejo, meskipun lagi-lagi masyarakat Sidoarjo sendiri belum semua mengetahui keberadaan kampung krupuk Kedungrejo ini. Jika kita sempatkan mampir di desa ini, kita bisa takjub nih karena sepanjang jalan Desa Kedungrejo dihiasi dengan olahan kerupuk setengah jadi yang dijemur oleh para warga desa. Dan FYI nih lur, produksi krupuk di Desa Kedungrejo mencapai sepuluh hingga dua puluh ton setiap harinya dengan lebih dari lima ratus orang pekerja yang mayoritas adalah warga desa Kedungrejo sendiri. Tuh,warbiasa kan lur perputaran ekonomi pedesaan sudah pasti berkembang pesat ya disini.

Nah secara historis adanya kampung krupuk ini diawali dengan hadirnya sosok hebat bernama H. Darrim sebagai orang pertama yang mendirikan usaha kerupuk, dimana usaha ini dirintis pada tahun 1976. Usaha yang ditekuninya tersebut berbuah manis sehingga dapat terus berkembang. Hal itu mengubah persepsi warga Desa Kedungrejo yang pada awalnya menganggap sepele bisnis kerupuk ini. Kemudia banyak warga yang mulai mengikuti jejak  H. Darrim untuk  menjalankan bisnis kerupuk hingga saat ini.

Adapun olahan kerupuk yang di produksi Desa Kedungrejo Sidoarjo ada beberapa macam, diantaranya kerupuk sodok, kerupuk ikan, dan kerupuk Udang. Tapi tidak sebatas kerupuk itu saja lho, olahan kerupuk puli juga menjadi primadona di kampung kerupuk Kedung Rejo ini. Bagaimana tidak, Industri rumahan berupa kerupuk puli ini berhasil menembus pasar internasional seperti Malaysia dan juga beberapa pulau di Indonesia Timur. Dilansir dari sebuah media nasional, Salah seorang perajin kerupuk puli mengatakan, di tahun 2016 barang hasil produksi kerupuk puli banyak yang dikirim ke kawasan Indonesia Timur. Ia mengatakan, beberapa wilayah yang menjadi daerah tujuannya yaitu di Papua, Kalimantan, Sulawesi dan juga di beberapa wilayah lain. Hingga dalam sehari mampu mengolah bahan kerupuk sebanyak satu sampai dengan dua kuintal untuk dijadikan kerupuk puli.

Produksi Kerupuk Puli Sidoarjo

Kerupuk Puli Kedung Rejo Sidoarjo

Beliau memaparkan bahwa kerupuk puli buatannya ini memang berbeda dengan kerupuk puli yang dihasilkan di beberapa daerah lainnya seperti di Magetan dan juga di Madiun, Jawa Timur. Untuk bahan dasar kerupuk puli asal Kedungrejo ini terdiri dari tepung tapioka dan tepung terigu bukan berbahan dasar nasi seperti pada umumnya, sehingga hasilnya bertekstur lebih halus. Dan keunikan pembuatan kerupuk puli juga masih diproduksi menggunakan tenaga manual bukan dengan mesin. Sehingga kendalanya juga produksi yang dibuat per harinya masih terbatas. Gimana dulur Sidoarjo sudah tertarik belum untuk mencoba citarasa kerupuk puli khas Kedungrejo ini?

Jika ditinjau dari cara pembuatanya, produksi kerupuk di desa Kedungrejo ini terkesan cukup praktis, pengrajin cukup mencampur bahan adonan yang kemudian di panggang dalam oven. Setelah adonan tersebut matang, lalu di iris-iris tipis dan dijemur. Metode pengeringan yang masih alami yaitu dengan mengandalkan sinar matahari ini yang mesti dijaga eksistensinya karena pasti berpengaruh pada citarasa kerupuk yang lebih garing dan renyah. Namun terdapat kendala juga, ketika musim penghujan mulai datang menghampiri. Padahal makan kerupuk di musim hujan itu enak lho, jadi tidak menutup kemungkinan ketika musim penghujan permintaan jumlah kerupuk semakin meningkat.

Menghadapi situasi ini banyak pengrajin merasan kesulitan pada tahap penjemuran sebab alternativ metode penjemuran lain adalah melalui mesin pengering dan pengrajin masih mengaku keberatan dengan harganya yang tidak murah. Proses penjemuran ketika musim kemarau bisa selasai dalam satu hari, namun ketika musim hujan tiba, proses penjemuran dapat mencapai dua sampai tiga hari. Tentunya dalam hal ini pengrajin kerupuk akan mengurangi produksi untuk menyiasati agar tidak merugi jika tidak memiliki alat pengering.

Akhir Kata

So, dulur Sidoarjo tidak perlu khawatir, kerupuk hasil buatan Desa Kedungrejo ini terkenal dengan rasa yang enak, kadar gurihnya nendang dilidah sampai bikin ketagihan. Dan yang paling penting adalah tanpa bahan pengawet. Hal inilah yang membuat produksi kerupuk di Desa Kedungrejo masih bertahan dan eksis hingga sekarang. Meskipun harus bersaing dengan pabrik kerupuk lain yang dilengkapi dengan mesin dengan teknologi canggih. Namun cita rasa dan kealamian emang ngalahin segalanya ya lurr, hehe. Semoga artikel ini bisa jadi referensi dulur Sidoarjo semuanya, biar gak bingung lagi kalo sedang berburu macam-macam olahan kerupuk dengan berbagai jenis ikan yang digunakan.

Cukup sekian ulasan dari GwsLur tentang Kampung Kerupuk Kedung Rejo Sidoarjo yang epic ini. Selamat mencoba, gaada ruginya lho mencintai produk lokal sendiri, biar makin eksis dan dikenal keberadaan kampung kerupuk Kedung Rejo ini. Semoga Bermanfaat 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.