Jangan Ngasal Buat Polisi Tidur Kalo Ga Mau Celaka!

0 66

GWSLur.id – Artikel GWSLur iki bakal bahas tentang hal sepele tapi gaiso disepelekan begitu saja karena akan mebuat kawan-kawan bisa celaka. Nah hal yang akan kita bahas adalah Traffic Bump atau ada istilah lain juga Speed Trap, weh sawangar yo jenenge. Untuk para pembaca budiman yang belum tahu apa itu traffic bump, nah ini gambarnya:

Yoooo buener Lur, traffic bump iku istilah keren e polisi tidur!

Secara etimologi dalam bahasa inggris disebut speed bumps, pertama kali digunakan di Amerika Serikat pada tahun 1906. John M. Echols dan Hassan Shadily mencantumkannya dalam Kamus Indonesia-Inggris Edisi Ketiga (1989) dan memadankannya dengan traffic bump. Di Indonesia sendiri lebih dikenal di masyarakat dengan istilah polisi tidur, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Pertama (1988) dan Edisi Kedua (1991), polisi tidur belum tercantum. Polisi tidur mulai diakui dalam KBBI Edisi Ketiga (2001) dan diberi makna “bagian permukaan jalan yang ditinggikan secara melintang untuk menghambat laju kendaraan”.

Jadi, arti sebenarnya polisi tidur yaitu bagian jalan yang ditinggikan berupa aspal atau semen yang dipasang melintang di jalan untuk memperlambat laju kendaraan. Fungsinya pun agar bisa menurunkan kecepatan terutama di jalanan yang ramai agar supaya jiwa kita dan banyak orang dapat terselematkan dari kebut-kebutan yang bisa mengakibatkan celaka.

Tapi sepertinya banyak yang belum tau fakta penting tentang polisi tdur ini. Ternyata, polisi tidur ini ga boleh dibuat ngasal atau sembarangan Lur. Polisi tidur seperti karet ban, polisi tidur kecil tapi tajam, atau yang terbuat dari paving/batako tapi ada bagian yang bolong dan ga sempurna seng isok nggarai bagian bawah kendaraan ‘kejedok’ itu bisa membuat celaka bahkan ada yang meninggal karena melewati polisi tidur yang tidak sesuai standar.

Selain itu, yang membuat polisi tidur ngasal tersebut juga bisa kena pasal dan ancaman denda atau kurungan penjara lho! Kalimat barusan mengacu pada peraturan Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yaitu pasal 274 dan pasal 275. Dalam pasal 274 tertulis, bagi siapapun yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan akan dikenai sanksi penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.  Nah nek seng pasal 275 ayat 1 tertulis, siapapun yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Fasilitas Pejalan Kaki, dan Alat Pengaman Pengguna Jalan akan dikenai sanksi kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 25.000.

Makdarit maka dari itu, sebaiknya kita sebagai warga Darjo yang budiman dan taat peraturan tidak ngasal membuat polisi tidur. Aturan pembuatan polisi tidur sendiri mengacu pada aturan Keputusan Menteri Perhbungan Nomor: KM. 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali Dan Pengaman Pemakai Jalan. Pada aturan tersebut, polisi tidur termasuk dalam alat pembatas kecepatan.

Pasal 4 menyebutkan polisi tidur hanya boleh dibangun di;

  • lingkungan pemukiman
  • jalan lokal kelas IIIC (Jalan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton)
  • pada jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi

Pasal 5 berisi, polisi tidur harus memiliki tanda garis serong berupa cat warna putih agar bisa dilihat pengendara.

Pasal 6 mengatur tentang bentuk polisi tidur yang dibolehkan. Pada pasal tersebut ditentukan bentuk pembatas kecepatan atau polisi tidur harus menyerupai trapesium setinggi maksimal 12 cm, sisi miringnya punya kelandaian yang sama maksimum 15 persen, dan lebar datar bagian atas minimum 15 cm. Selain itu bahan pembuat polisi tidur juga harus sama dengan bahan pembuat badan jalan.

Ilustrasi standar polisi tidur sesuai Kep.Men.Perhub RI seperti di bawah ini ya Lur, monggo diperhatikan dan dipahami hihi;

Untuk siapa yang berhak membangun polisi tidur, itu sebenarnya kesepakatan RT, RW, dan waraga setempat. Tapi tetep kudu memperhatikan aturan yang sudah disampaikan Pemerintah yo Lur. Kesadaran diri sendiri itu penting untuk menjaga keselamatan seluruh umat. Kan yo ga mungkin sisan Dishub Sidoarjo ngeceki siji-siji polisi tidur seantero Sidoarjo. Jadi sekian info dari tim pengawas jalanan GWSLur.id semoga bermanfaat bagi dulu Darjo!

Leave A Reply

Your email address will not be published.