Hati-hati ini Clickbait !?!?!?

0 39

GWSLur.id – Clickbait? Tau krungu a Lur? Opo wes ngerti tentang clickbait? Nek ono seng gurung, monggo Lur kene perkaya info kekinian bersama-sama~

Pasti kebanyakan wong-wong Darjo iki wes tau bahkan suering berselancar di dunia maya to, nek browsing nang mbah gugel nek ga nggolek video nang yucub pasti menemukan judul artikel opo konten video dengan judul atau thumbnail yang menarik dan bikin netijen penasaran. Tapi pas dibuka lah isine zonk atau minimal mek ono sak paragraf tok seng menjelaskan judul tersebut. Intine ngunu lah clickbait. Istilah yang memiliki nama lain “umpan klik” ini memang memiliki tujuan tersendiri, terutama strategi marketing agar netijen mengakses web atau link tersebut sehingga media tersebut traffic-nya naik dan bisa memiliki lebih banyak pengguna atau viewers.

Ciri-ciri clickbait iki kudu seng epic, isok nggarai penasaran, kalimat e tanggung, nek perlu kudu capslock dan pakai tanda seru juga. Nek nang video yucub iku biasane thumbnail-nya dikasih lingkaran merah terus kene dikongkon memperhatikan dengan seksama padahal isi video-ne yo gaono opo-opo. Contoh judul clickbait iki misal e, “Heboh! Harimau Lucu Satu Ini Ternyata punya Kebiasaan Unik”, “Viral! Video Anak SMA Ini Bikin Geleng Kepala”, “Rahasia Sukses Move On setelah Ditinggal Rabi”. Atau misale koyok ngene, “Mpok Lela  Janda Kembang Digosipkan Memakai Jaran Goyang, Begini Reaksinya”. Nek nang yucub biasane selain lingkaran merah judul clickbait e koyok ngene, “NGERI! Perhatikan Lingkaran Merah Ini bikin Merinding!”. Wes cukup nggarai kepo to the max gurung Lur?

Banyak pendapat yang pro dan kontra terkait iki Lur. Beberapa yang kontra misalnya pendapat dari Khalid El-Arini dari Facebook yang dilansir dari BuzzFeed; “pembaca tidak ingin dikelabui judul, sebaliknya mereka ingin mendapatkan informasi terkait dari judul tersebut”. Atau pendapat Josh Bentin dari Harvard’s Neiman Journalism Lab, clickbait merupakan sesuatu seng paling ga disenengi Beliau, he said, “clickbaits are things I don’t like on the internet”.  Alasannya karena adalah clickbait ini bisa berdampak negatif untuk media tersebut maupun netijen yang benar-benar membutuhkan info. Bagi media tersebut, tentu saja bisa merusak kredibilitas media tersebut atau isok ae nggarai netijen mangkel sehingga netijen tidak memberi respon yang tidak baik atau merespon negatif. Dan bisa saja clickbait juga membuat netijen kapok untuk mengakses laman tersebut. Sedangkan dampak negatif bagi pembaca yoiku jelas ae nggarai emosi dan merasa tertipu. Tiwas ae menghabiskan 5 menit untuk membaca atau menonton video tersebut tapi informasi yang diharapkan malah gaono atau zonk ya khaann.

Tapi yo tetep jek ono Lur media yang beneran mengutamakan kredibilitas dan isinya tetap bermanfaat dan berbobot tidak hanya sekedar clickbait. Tergantung jempol kita mau mem-follow media seperti apa, mau melahap informasi seperti apa, dan mau percaya dengan media yang seperti apa.  Karena sebaik-baik netjen adalah netijen budiman yang menahan diri untuk tidak melontarkan hate-speech dan dapat meraup informasi atau menyebarkan informasi bermanfaat sebanyak mungkin yang bukan hoax apalagi tipuan semata. Semoga artikel ini bermanfaat yo Lur!

(hun)

Leave A Reply

Your email address will not be published.