Hari Pangan Sedunia 2018 dilakukan di Kalimantan Selatan

0 169

Gwslur.id – Pangan adalah kebutuhan dasar utama yang harus terpenuhi setiap saat. Bahkan lurr, hak untuk memperoleh pangan ini termasuk salah satu hak asasi manusia, sebagaimana yang diatur dalam pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945. Pertimbangan tersebut kemudian mendasari terbitnya UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Sekarang tanggal 16 Oktober merupakan hari pangan sedunia tahun 2018. Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, tentu pangan memiliki arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Pada artikel sebelumnya kami juga sudah merilis artikel tentang hak asasi hewan. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Betul nggak lur?? Hal tersebut tentu dapat menimbulkan berbagai gejolak sosial dan politik jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional. Duh jadi masalah dimensional ya kalo gini.

Bagi Indonesia sendiri, pangan sering diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama favorit masyarakat Indonesia, termasuk wong darjo, belum sarapan kalo belum makan nasi katanya, hehe. Namun yang terjadi pengalaman telah membuktikan bahwa gangguan pada ketahanan pangan seperti meroketnya kenaikan harga beras pada waktu krisis ekonomi tahun 1997-1998, yang berkembang menjadi krisis multidimensi, telah memicu kerawanan sosial yang membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.

Hari Pangan Sedunia 2018

Nilai strategis beras juga disebabkan karena beras merupakan makanan pokok paling penting bagi masyarakat. Industri perberasan memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi diantaranya dalam hal penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan dinamika ekonomi pedesaan. Sedangkan pengaruh untuk lingkungan adalah menjaga tata guna air dan kebersihan udara. Sedangkan pengaruh dalam bidang sosial politik adalah sebagai perekat bangsa, serta mewujudkan ketertiban dan keamanan. Beras juga merupakan sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak dan vitamin.

Dengan pertimbangan pentingnya beras tersebut, Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama yang bersumber dari peningkatan produksi dalam negeri. Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya semakin besar dengan sebaran populasi yang luas dan cakupan geografis yang tersebar. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, Indonesia memerlukan ketersediaan pangan dalam jumlah mencukupi dan tersebar, yang memenuhi kecukupan konsumsi maupun stok nasional yang cukup sesuai persyaratan operasional logistik yang luas dan tersebar. Indonesia harus menjaga ketahanan pangannya.

Hari Pangan Sedunia 2018

Biar dulur-dulur tambah jelas, apa sih ketahanan pangan itu? ketahanan pangan, adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Indonesia sendiri saat ini berada dalam fase ketahanan pangan menuju swasembada pangan, seperti keinginan dari Menteri Pertanian kita. Namun untuk mencapai swasembada pangan sendiri tentu memiliki tantangan yang besar dari berbagai faktor, mulai dari cuaca, hama, ketersediaan lahan. Mengingat Rata-rata nasional lahan petani kita 0,2 sampai 0,3 hektare. Lahan yang kecil itu juga rusak karena penggunaan pestisida dan pupuk anorganik yang berlebihan.

Bukan hanya itu, pengelolaan pasca panen pun demikian menjadi tantangan. Petani dapat kehilangan hasil pertanian sebanyak sepuluh persen jika tidak mengelola lahan pasca panen dengan baik. Sedangkan penggunaan teknologi masih belum terlalu menyentuh proses pengolahan lahan. Para petani kita belum terbiasa dengan pendekatan manajemen. Kebanyakan dari mereka business as usual. Di sisi lain, permodalan juga masih menjadi kendala. Meskipun pemerintah sudah hadir dalam berbagai program untuk membantu permodalan petani, tapi masih saja petani sulit mengakses perbankan.

Berbicara soal ketahanan pangan, memang poin terpenting barang ada, masyarakat dapat menikmati, dan harganya cukup stabil. Sehingga stok pangan nasional jelas tidak boleh kurang. Jika produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan barang tersebut sesuai targetnya, pada akhirnya menjalankan salah satu opsi dengan cara melakukan impor. FYI lurr, kebutuhan nasional kita akan beras sekitar 2,4 juta ton dalam satu bulan.

Permasalahan yang muncul lainnya di dalam distribusi. Stok pangan yang tersedia sebagian besar di daerah produksi harus didistribusikan antar daerah/antar pulau. Namun tidak jarang sarana dan prasarana distribusi masih terbatas dan kadang lebih mahal daripada distribusi dari luar negeri seperti contoh kasus pengiriman sapi dari Nusa Tenggara ke Jakarta yang lebih mahal daripada dari Australia ke Jakarta atau biaya pengiriman beras dari Surabaya ke Medan yang lebih mahal daripada pengiriman dari Vietnam ke Jakarta.

Lalu kenapa ya, hari ini gwslur_id ngomongin tentang pangan, ketahanan pangan dsb??Tepat pada setiap tanggal 16 Oktober, diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS). Latar belakang dipilihnya tanggal ini karena bertepatan dengan hari terbentuknya badan pangan dunia atau FAO.

Hari Pangan Sedunia 2018 dilakukan di Kalimantan Selatan

Nah di tahun 2018 ini, momentum HPS ini dimeriahkan negeri kita melalui beberapa rangkaian dengan beberapa pencapaian. Rangkaian pelaksanaan HPS 2018 ini rencananya akan berlangsung pada 18-21 Oktober yang akan dibuka langsung oleh Presiden kita Pak Joko Widodo. Kemudian Provinsi yang terpilih adalah Kalimantan Selatan (Kalsel). Kalsel didapuk menjadi tuan rumah rangkaian pelaksanaan HPS 2018. Nantinya, pelaksanaan HPS akan dipusatkan di Kota Banjarbaru dan Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala. So, banyak negara-negara tetangga yang datang ke Indonesia lho.

Adapun rangkaian Kegiatan HPS 2018 yang akan diselenggarakan, antara lain pameran gelar teknologi pangan, kampung peternakan, kampung perkebunan, kampung tanaman pangan, kampung hortikultura dan kampung lestari. Diadakan pula seminar nasional, tour diplomatik, panen raya, hingga pemecahan rekor MURI.

Gelaran HPS 2018 tentu akan memberikan dampak yang signifikan bagi Kalsel. Sebab, dilansir dari salah satu media nasional Gubernur Kalsel, Sahbirin menjelaskan bahwa Kalsel memiliki banyak lahan “tidur” yang belum termanfaatkan dengan baik. Jika lahan tidur itu tidak dimanfaatkan, maka dapat berpotensi menimbulkan masalah baru, salah satunya kebakaran hutan dan lahan. Dengan adanya HPS, beliau berharap lahan-lahan “tidur” tersebut bisa diubah menjadi lahan pertanian atau lahan produktif. Sehingga momentum HPS ini dapat diibaratkan membangunkan raksasa tidur.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Suparno juga telah memastikan lahan pertanian terpadu di lahan lebak tersebut sudah sebagian besar digarap dan optimis akan panen tepat waktu pada saat peringatan HPS Oktober mendatang. Bahkan, kesiapan gelar teknologi budidaya padi di 4200 hektar lahan rawa yang tengah disulap menjadi lahan pertanian produktif di Batola sebagai lokasi penyelenggaraan HPS 2018. Saat ini 240 hektar lahan sudah ditanami padi bahkan sebagian sudah panen produktivitasnya bisa mencapai 6-7 ton per hektar, dan 750 hektar lahan sedang digarap. Wah luar biasa ya, semoga bisa terus berkelanjutan tidak at the moment nya saja..dan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan Indonesia bisa segera teratasi.

Cukup sekian ulasan dari GwsLur tentang Hari Pangan Sedunia pada tahun 2018 yang diselenggarakan di kalimantan selatan. Selamat Hari Pangan Sedunia 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.