DEM Island                

0 45

GWSLur.id – Dulur Darjo wes tau krungu Pulau Dem gurung? Tenyata oh ternyata, sebenarnya Sidoarjo ini memiliki beberapa pulau kecil-kecil. Misalnya Pulau Sarinah, Pulau Lusi, Pulau Pitu, dan Pulau Dem. Mungkin yang udah banyak dulur Darjo tau adalah Pulau Sarinah yang memang lebih dahulu dipromosikan menjadi tempat wisata. Tapi jangan salah juga nih karena baru aja Pulau Lusi juga diresmikan. Setiap pulau-pulau tersebut memang meiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Tapi Pulau Dem ini cukup epic, karena menjadi pulau satu-satunya yang berpenghuni dan menjadi daerah yang memiliki banyak petak tambak.

Pulau Dem adalah pulau yang terletak di Dusun Pandansari, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon ini memiliki luas sekitar 600 hektare. Sekitar tahun 2010, pulau ini sempat dihuni oleh beberapa kepala keluarga dan berjumlah sekitar 35 orang. Di tahun 2014, penduduk di pulau ini semakin menurun menjadi sembilan orang. Dan, di tahun 2017 ini malah hanya tersisa dua orang. Yaitu, Sukari dan Slamet. Pak Sukari iki Lur ket mbabat alas tahun 1977 bersama almarhum ayahnya sudah menempati Pulau Dem. Dadi yo sekitar 40 tahun lah beliau sudah menetap disini.

Pekerjaan beliau adalah menjadi pekerja tambak. Ribuan petak tambak yang ada di Pulau Dem ini dimiliki oleh warga Sidoarjo sendiri, ada yang dari Jabon, Porong, Tanggulangin, dan sebagainya. Dibanding dahulu, sebenarnya sekarang Pulau Dem semakin meningkat dan semakin ramai pengunjung walau hanya sekedar memancing atau hanya sekedar mencari informasi. Jalan yang diakses untuk menuju Pulau Dem ini juga sudah mulus dan jalan setapak di pematang tambak sudah  di-paving. Listrik juga sudah tersedia di pulau ini, wes isok ndelok tipi, nyumet kipas angin mbek ngecas hape lah yo. Cukup berbeda jauh dengan jaman dahulu.

Air bersih yang susah didapatkan warga dan akses pendidikan atau kesehatan yang cukup susah ini akhirnya membuat warga Pulau Dem yang pernah menetap akhirnya memilih pindah dan keluar dari Pulau Dem. Untuk kebutuhan air bersih saja warga Pulau Dem ini harus membeli air jerigen-an seharga 5000-an. Belum lagi bayar numpak prahu gawe nyebrange Lur, 2000-an per orang. Masio ga bendino, paling ga 2 hari sekali seminggu, dadi yo mereka kudu hemat air buanget. Hal ini disebabkan karena tidak adanya sumur dan dikelilingi laut sehingga kadar garam menjadi sangat tinggi. Gara-gara banyu seng uasin iku, isok nggarai kulit gatel-gatel Lur.

Sedangkan dari segi pendidikan, warga memilih pindah dari Pulau Dem agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau jenjang yang lebih tinggi dengan akses yang lebih mudah. Dan apabila dari segi kesehatan, apabila sedang urgent, iku kudu nyebrang sek Lur gae perahu. Tidak ada puskesmas, klinik, atau semacamnya.

Mata pencaharian yang tersedia disini hanyalah menjadi pekerja tambak. Susah sekali apabila ketika udan dueres dan banjir rob menerjang tambak-tambak tersebut. Sekitar awal Januari kemarin banjir rob terparah menerjang dan merusak sekitar 100 hektare tambak. Tentu kerugian besar yang didapat, karena tambak yang jebol mengakibatkan bandeng, udang, dan ikan lainnya hanyut ke sungai. Belum lagi untuk memperbaiki pematang-pematang tambak yang rusak. Pak Sukari dan Pak Slamet kudu bener-bener waspada iki Lur, sebab omahe yo akhire kenek banjir dan ngarep omahe iku wes bibir sungai. Akibat banjir rob iki maeng yo isok mengakibatkan Pulau Dem terus terkikis.

Nah, Pemerintah Sidoarjo sendiri ini tidak dengan mudah untuk menjadikan Pulau Dem sebagai destinasi wisata karena ribuan hektare tambak ini masih ada pemiliknya. Dan jelase kan yo ga mungkin membangun tempat rekreasi di lahan milik warga. Syarate yo lahan tersebut udu dibebaskan disik alias dibeli pemerintah. Dadi, jek penasaran ga Lur mbek Pulau Dem iki?

(hun)

Leave A Reply

Your email address will not be published.