Candi Dermo Tak Kan Ku Lupa

0 33

GWSLur.id – Nang artikel sak durunge sempet dibahas kan Lur tentang Candi Pari dan Candi Sumur seng hits di kalangan penduduk Sidoarjo. Tapi, tahukah kamu, bahwa masih banyak candi-candi peninggalan bersejarah lainnya seng pating telecek nang Sidoarjo. Mari kita coba ulas siji-siji yo!

Kali ini tentang Candi Dermo. Candi yang berdiri sekitar abad 14 ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit dibawah pimpinan Adipati Terung. Candi setinggi 13,50 meter ini dibangun dengan batu bata merah dan terletak di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kini, ‘wajah’ Candi Dermo tidak sebaday dulu, bagian belakang candi ini mengalami beberapa kerusakan. Dan sebenarnya telah beberapa kali dilakukan pemugaran. Rusaknya beberapa bagian Candi Dermo ini bisa disebabkan oleh jailnya tangan-tangan manusia atau kurangnya perhatian untuk merawat, menjaga, melestarikan dan membanggakannya sebagai salah satu heritage Sidoarjo. Padahal dulu, Candi Dermo ini memiliki empat arca yang menempel pada dinding candi. Nah, empat arca iku meang terbagi menjadi dua jenis Lur, yoiku jenis arca manusia bersayap dan arca kolo. Tapi, sekarang salah satu arca tersebut telah dilepas oleh juru kunci Candi Dermo karena ada salah satu bagian arca yang hilang. Dadi yo hanya tersisa tiga arca yang terdapat di Candi Dermo ini Lur.

Dari segi arsitektur, keseluruhan Candi Dermo ini merupakan  gapura yang berbentuk garuda padu raksa yang dalam ilmu arkeologi (ilmu kepurbakalaan), adalah gapura yang bagian atapnya menjadi satu. Karena ada gapura lain yang bentuk atapnya terpisah menjadi dua seperti tertarik ke kanan dan kek kiri. Nah nek atapnya terpisah begitu, istilah arkeologi disebut Candi Bentar dan Gapura Bela. Pintu masuk Candi Dermo ini mengarah ke poros barat timur dari bagian yang tersisa, yang dulunya gapura ini memiliki pagar tembok atau sayap. Candi Dermo ini memper-memper (mirip-mirip) mbek peninggalan situs Majapahit lainnya, misal Gapura Batu Bajang yang ada di Trowulan. Sebenarnya masih belum bisa dipastikan siapa yang membangun dan asal muasal cerita bagaimana muncul Candi Dermo. Tapi menurut juru kunci, catatan tentang Candi Dermo yang pertama dapat dilihat dari laporan tertulis pemerintah Belanda yang ditulis sekitar tahun 1905-1913 dan 1914-1915.

Usut punya usut neh, Candi Dermo tetap digunakan sebagai tempat ritual tertentu. Ada yang berpendapat bahwa yang melakukan ritual tersebut dari etnis tionghoa atau umat hindu lainnya yang memuja Dewa Jagad Batara, Sang Hyang Widhi, atau Dewa kepercayaan mereka masing-masing untuk keselamatan hidup mereka. Beberapa turis juga sempat mengunjungi Candi Dermo ini, apalagi untuk masyarakat yang masih percaya akan nenek moyang mereka yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Tapi, info lain yang cukup membuat ngeri adalah, dulu di bagian dalam Candi Dermo ini ternyata menjadi sarang ular berbisa yang juga sering keluar masuk ke bilik candi tersebut. Dan warga yang bertempat tinggal sekitar candi pun banyak menemukan ular-ular sekitar candi yang menyebabkan warga juga takut dan resah. Wah, mugo ae saiki ular-ular e wes gaono kabeh dan Candi Dermo ini kembali menjadi candi cantik kebanggan Sidoarjo.

(hun)

Leave A Reply

Your email address will not be published.