Bapak Koperasi Pegawai Negeri RI

Pahlawan Indonesia

0 47

Gwslur, Bapak Koperasi Pegawai Negeri RI– Wulan Agustus kuwi dadi saksi bisu perjuangane Bangsa nyanangake Kemerdekaan Indonesia. Luwih tekan telung abad Indonesia di jajah karo Bangsa liyo sing ora setitik tetes eluh lan kringet dikorbanake dening Bangsa Indonesia. Kemerdekaan sing saiki iso dinikmati iki ora ucul tekan perjuangane para pahlawan nganti titik darah penghabisan. Nganti titik darah penghabisan kuwi artine perjuangan sing dilakokno Pahlwan iki ora cukup mung lewat perang,  nanging strategi diplomasi lewat perjanjian-perjanjian ugo dilakoni.

Ngomongno soal pahlawan Indonesia, selain ono Bung Tomo sing berhasil ngobong semangat arek-arek Suroboyo ben kemerdaan sing wes diraih tetep iso dipertahano. Sidoarjo ugo nduwe sosok Pahlawan Kemerdekaan Indonesia sing iso dibanggaake, yaiku Raden Pandji Soeroso, Bapak Koperasi Pegawai Negeri RI.Raden Pandji Soeroso dalam buku pelajaran sejarah lebih akrab disebut dengan nama Soeroso. Beliau Lahir di Porong, Sidoarjo Jawa Timur tanggal 03 November 1893. Soeroso dikukuhkan menjadi Bapak Koperasi Indonesia atas dedikasi dan usahanya dalam memelopori pendirian koperasi pegawai di kantor-kantor daerah seluruh Indonesia.

Selesai menyelesaikan study di Kweekschool (Sekolah Guru) tahun 1916, R.P. Soeroso bekerja sebagai pegawai pemerintah selama dua tahun. Meskipun terlahir sebagai golongan priyayi, Soeroso sangat menaruh perhatian pada golongan masyarakat kecil. Seperti pada tahun 1917, saat ia membela nasib seorang pemilik warung di pinggir jalan yang akan digusur oleh pemerintah kolonial.

Soeroso sudah aktif berorganisasi. Ia kemudian terjun dalam organisasi pergerakan. Awalnya, ia menjadi anggota Budi Utomo pada tahun 1908, kemudian memasuki Sarekat Islam. Saat menjabat sebagai Ketua Sarekat Islam cabang Probolinggo, ia mendirikan toko untuk membantu rakyat kecil memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif murah.

Karier politik pun beliau jalani hingga berkat pengaruh dan kedudukannya, Soeroso kemudian diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat (Volksraad). Sebagai anggota Volksraad yang dijabatnya sejak tahun 1924, ia menentang keras pelaksanaan pajak tanah di Sumatera Barat. Kenggotaannya dalam Volksraad menjadi masalah ketika Sarekat Islam menjalankan politik non-koperasi. SI meminta Soeroso yang masih tercatat sebagai salah satu anggotanya untuk keluar dari kepengurusan SI kalau tetap berpendirian untuk melanjutkan keanggotaannya di Volksraad.

Pada masa pendudukan Jepang, R.P. Soeroso diangkat sebagai Ketua Pusat Tenaga Rakyat (Putera) daerah Malang. Kemudian, pada tahun 1945, ia menjadi Wakil Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dipimpin oleh K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.

Raden Pandji Soeroso menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah di tahun 1945 setelah keputusan PPKI dalam sidang pleno tanggal 19 Agustus 1945 yang menghasilkan keputusan penting yaitu menteri dan pembagian wilayah menjadi delapan provinsi yang salah satunya adalah provinsi Jawa Tengah.

Pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia ke-4 pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno dengan masa jabatan periode 6 September 1950–3 April 1951, kemudian menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia ke-10 dan masih pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno dengan masa jabatan 30 Juli 1953–12 Agustus 1955, di lanjutkan dengan menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia ke-12 dengan masa jabatan 12 Agustus 1955–24 Maret 1956 di era kepemimpinan Presiden Soekarno juga.

Raden Pandji Soeroso menghembuskan nafas terakhirnya pada 16 mei 1981 dengan meninggalkan putra bernama Raden Pandji Soejono yang merupakan seorang ahli purbakala atau arkeolog senior di Indonesia. Putra Soeroso ini selain menjadi mahaguru arkeologi khususnya di bidang prasejarah, ia juga pernah menjadi kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional periode 1974 – 1989. Setelah peninggalan Soeroso, Pemerintah Indonesia telah mengangkat Raden Pandji Soeroso sebagai salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia, melalui Surat Keputusan Presiden No. 81/TK/1986, sebagai Bapak Koperasi Pegawai Negeri RI

Nah kuwi salah sijine pahlawan sing dilahirake ing Kutho Sidoarjo, mugo dulur darjo iso nerusake jasa pahlawan nganggo kontribusi nyata disamping pendidikan sing diperlukake, nanging integritas, jujur, disiplin, lan kesungguhan ugo dadi poin utama sing dibutuhke ing mangsa luwih modern iki.

Pengen ngerti toko-tokoh liyane sing teko sidoarjo.., klik link iki Nyai Ontosoroh Panutanqu

Leave A Reply

Your email address will not be published.