Band Montecristo: Band Asal Jakarta ini Mendunia

0 48

Setelah membahas budaya Tari Remo Munali Fatah, sekarang GwsLur akan membahas music rock. Penggemar music rock sejati pasti paham betul nih dengan salah satu band asli Indonesia ini. Band Montecristo, dilihat dari nama grup bandnya saja sudah menarik, apalagi kalo kita menikmati musiknya. Dan yang luar biasa juga adalah personel dari grup ini digawango oleh para eksekutif yang bisa dibilang “Pria Berdasi”, mantab banget kan!! Makin penasaran deh jadinya, kira-kira seperti apa ya sepak terjang Grup Band Asal Jakarta ini, yuk simak reviewnya !!

Band Montecristo

Band Montecristo adalah salah satu band asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2007. Grup band ini mengusung aliran musik progressive rock. Progressive rock adalah jenis musik yang mulai berkembang pada akhir dekade 1960-an dan mencapai masa kejayaannya pada tahun 1970-an. Aliran musik ini menggabungkan elemen-elemen dari rock, jazz dan musik klasik. Dan tak jarang pengaruh dari blues dan musik tradisional juga terasa.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya nih lur, personel Montecristo ini berasal dari para eksekutif lho, luar biasa kan..! selain piawai dalam mengelola perusahaan, mereka ternyata juga piawai dalam bermusik. Para personel Montecristo ini diantaranya Eric Martoyo Sang vokalis yang menjabat Direktur PT Sumbermitra Agungjaya. Gitaris bernama Alivin Anggakusuma yang juga berprofesi sebagai Penasihat IT di Ernst and Young. Haposan Pangaribuan sebagai bassis yang juga bekerja sebagai Account Manager Moratel. Rustam Effendy gitaris, berprofesi sebagai Manajer PT Indokomas Buana Perkasa-Cegelec, Keda Panjaitan sebagai drummer dan Fadhi Indra sebagai pianis.

Nama “Montecristo” diambil dari sebuah merk cerutu premiumasal luar negeri. Dan siapa yang menyangka, grup band progessive rock Indonesia ini, terbentuk dari ketidaksengajaan. Sehingga sebelumnya tidak ada rencana untuk membentuk sebuah grup band secara permanen. Hanya saja personel Montecristo sering berlatih musik bersama-sama.

History Terbentuknya Band Montecristo

History Band MontecristoHistori terbentuknya band Montecristo ini berawal pada bulan Januari tahun 2006, saat Rustam bertemu Eric dalam sebuah konser “Dream Theater” di Singapura. Nah semenjak pertemuan tersebut, Rustam dan Eric saling berbagi minat yang sama dalam hal musik. Pada akhirnya, mereka sering bertemu hanya untuk nongkrong di acara komunitas musik dan mendiskusikan banyak hal yang berhubungan dengan musik. Joss tenan ya lur!

Sekitar Maret 2007, Rustam memberi usul kepada Eric tentang pembentukan sebuah band. Menanggapi usulan tersebut, Eric pun menyetujui. Rustam kemudian meminta Fadhil dan Haposan, teman lamanya untuk bergabung dengan band. Tanpa pikir panjang, Fadhil dan Haposan sepakat untuk bergabung juga.

Kemudian mereka masih mencari dua pemain alat lagi untuk mengisi posisi drummer dan pemain gitar kedua. Rustam kembali teringat kawannya, yang bernama Arie Indrakusuma, dan memintanya untuk bergabung dengan grup. Arie setuju dan mengajak adiknya yang bernama Angga untuk mengisi posisi kosong bagian gitar kedua. Sejak itu, mereka mulai berlatih dan memainkan lagu-lagu dari Queen, Whitesnake, dan Journey, Whitesnake untuk didengarkan di stasiun radio.

Setelah melakukan beberapa pertunjukan, Angga yang masih kuliah di kota lain, kembali fokus pada tesisnya. Sementara Arie, berada dalam perspektif yang berbeda dengan anggota lain, memutuskan untuk keluar dan digantikan oleh Keda Panjaitan.

Musik mereka sendiri, berbicara tentang banyak aspek seperti cinta, politik, situasi ekonomi, dan keilahian. Grup band ini terbentuk atas ide dan dana pribadi dari para personel, tidak ada sponsor atau pihak yang mendanainya. Sehingga dari awal hingga saat ini dikerjakan dan didanai secara swadaya. Sebab dari awal terbentuknya grup band ini memang sebagai niatan untuk menyalurkan passion dan uang tidak menjadi masalah untuk mereka demi terciptanya karya yang bagus dan original. Ketertarikan para personel akan musik memang telah dimiliki sejak masih duduk dibangku sekolah dasar, semakin lama hasrat untuk bermusik ini makin tidak terbendung. Misalnya salah satu personel, Eric yang mulai mengenal progessive rock saat duduk dibangku kuliah. Sehingga band Montecristo ini merupakan wadah bagi penyaluran passion mereka dan “It’s not about bussiness”.

Band Montecristo tidak segan-segan menghabiskan waktu hanya untuk proses rekaman dan menyempurnaan lirik, benar-benar dikerjakan dengan serius ya guys! Untuk proses mixing pengerjaannya berlangsung selama tiga setengah bulan yang dibantu oleh Yockie Suryo Prayogo. Mereka pun rela menghabiskan malam di dapur rekaman demi terciptanya hasil yang diinginkan. Montecristo juga gigih dalam merevisi berkali-kali lirik, bahkan lirik-lirik lagu yang sudah hampir jadi. Sebab kesepakatan yang terjalin antar personel dalam membuat rekaman harus sempurna

So, jika ada ide yang lebih bagus, maka materi harus diganti atau disempurnakan, tanpa khawatir limit budget. Untuk proses mastering dilakukan di Sydney, Australia, yang waktu itu sangat menguras tenaga para personel karena mesti berjibaku selama sembilan belas jam nonstop mengerjakannya. Montecristo juga tak tanggung-tanggung meminta bantuan lima editor luar negeri dalam proses pengeditan bahasa dalam album mereka. Montecristo tidak mau kecolongan dan dicap band yang “amburadul” dalam berbahasa Inggris.

Celebration of Birth  adalah album studio pertama yang sudah lama tayang yang direkam sekitar bulan Juli 2008   Juli 2009. Musiknya adalah campuran dari symphonic, vintage rock dan heavy metal. Sebagian besar kata-kata dalam nyanyian didasarkan pada kisah nyata; baik dari pengalaman pribadi anggota atau dari situasi nyata yang terjadi di seluruh dunia. Di album tersebut terdapat 9 lagu antara lain Ancentral Land, About us, A romance of serendipity, Garden of hope, Celebration of birth, In touch with you, Crash, Forbidden Song, dan Clean. Karir mereka pun kian melejit dengan gelaran konser tunggal yang dilakoni.

Montecristo Band Asal Jakarta

Pada tahun 2012 Montecristo menggelar konser tunggal di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), tidak cukup dengan itu di tahun yang sama Montecristo mendapat undangan manggung di sebuah Universitas di Australia. Undangan untuk manggung ke negeri kangguru ini diberikan Profesor Ariel Heryanto, seorang  guru besar yang menjabat ketua jurusan Studi Kebudayaan, Sejarah dan  Bahasa Asia Tenggara di Australian National University (ANU), Canberra. Sehingga penampilan Montecristo akan menjadi anak negeri dari Indonesia yang ketiga diundang secara khusus oleh Prof Ariel. Sebuah kehormatan dan pencapaian membanggakan ya lur!

Perjalanan grup band ini tidak berhenti disini, di tahun 2016 album terbaru bertajuk A Deep Sleep kembali meramaikan kancah musik Indonesia. Jika album sebelumnya berkisah tentang kelahiran, album A Deep of Sleep berisikan tentang kematian. Rangkaian lagu dalam kedua album ini bercerita tentang fase di antara dua titik tersebut yakni kehidupan. Meskipun bergenre rock namun Montecristo dapat mempertahankan formula rock yang berkisah. Melalui lirik lagu yang berpesan mengajak pendengar berkontempelasi. Hingga pada 29 Maret 2017 lalu, grup band satu ini menggelar konser bertajuk A Deep Sleep. Pihak band dibantu oleh tim produksi profesional bekerja keras mempersiapkan gelaran konser demi menghadirkan pertunjukan yang tidak seperti pada umumnya, sebuah konser bernuansa teatrikal dengan menggunakan bantuan multimedia dan narasi sebagai pengantar di tiap lagu.

Wah keren banget ya, band rock progressif Indonesia ini, yang mampu memberi formula rock yang berkisah lewat syair dari liriknya yang sarat akan makna. Bagi dulur-dulur yang belum pernah dengerin lagu-lagu dari Band Montecristo ini nggak ada ruginya nih buat dengerin, Jaya selalu buat Montecristo. Cukup sekian ulasan dari GwsLur, semoga bermanfaat 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.