Ampyang: Jajanan Tradisional yang Manis Melegenda dari Jawa

0 14

GwsLur_id – Hai dulur Sidoarjo, pada artikel sebelumnya kami telah membahas seni tradisional bantengan, sekarang akan membahas tentang jajanan tradisional. Masih ingat gak ya dengan ampyang jajanan tradisional yang satu ini? Mungkin jajanan ini sering kita jumpai di pasar tradisional saat masih kanak-kanak dulu. Pencinta kuliner tradisional sudah pasti tak asing dan suka dengan jajanan manis ini. Hmm jajanan apa ya? Ampyang, ono sing eruh pora lur? Memang tidak semua orang tahu jajanan ampyang ini. Apalagi kids zaman now, sebagian mungkin tidak akan tau jika para orang tua tidak mengenalkan jajanan manis ini. Lalu seperti apa sih ampyang itu

Ampyang Jajanan Tradisional

Ampyang adalah jajanan khas Jawa yang berbahan dasar kacang tanah sangrai dan gula merah. Bisa dibayangkan bukan rasanya seperti apa kalo uda sampai dilidah, manis-manis gurih mantab abis! So, tidak heran jika jajanan yang satu ini menjadi camilan favorit bagi anak-anak.

Tau nggak sih lur, kata “ampyang” berasal dari bahasa Jawa yang dipergunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi sebuah jalan yang buruk. Jalan ampyang adalah kondisi jalan yang berlubang atau berbatu. Nah, dari sinilah kata “ampyang” berasal, karena panganan yang satu ini memang memiliki tekstur yang tidak rata dan bentuknya bergelombang yang muncul karena kacang sangrai dibiarkan utuh lalu dibaluti dengan campuran gula merah dan jahe. Sebagai jajanan tradisional yang telah lama ada, ampyang sendiri masih belum jelas asal-usul daearah penghasilnya. Ada yang mengatakan ampyang berasal dari Salatiga, ada pula yang menyebut kuliner satu ini berasal dari Solo.

Ampyang jajanan tradisional kerap dibandingkan dengan jipang, yaitu salah satu jajanan tradisional yang berasal dari Kebumen. Sebab kedua jajanan tersebut sama-sama terbuat dari bahan dasar kacang dan gula merah, meskipun masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Perbandingan antara ampyang dan jipang terletak pada tekstur dan bentuk bahan dasar yang disajikan, kacang dalam ampyang dibiarkan bulat utuh sehingga teksturnya menjadi bergelombang, sedangkan pada jipang, kacang terlebih dulu ditumbuk sebelum dicampurkan dalam adonan gula. Dari segi tekstur pun demikian juga berbeda. Ketika digigit, ampyang bertekstur keras dan renyah, sedangkan jipang terasa lebih lembut dan agak lengket.

Nah, kalo dulu mungkin kita mengenal ampyang hanya terbuat dari bahan dasar kacang tanah dan gula merah, namun karena makin kreatifnya masyarakat Indonesia, jajanan tradisional ini makin dimodifikasi dengan varian-varian baru. Tentu hal ini bertujuan agar cita rasa ampyang semakin meningkat dan tentu saja untuk menambah minat pasar untuk menikamti jajanan ini. Jika dulu hanya dibuat dari campuran gula merah dan kacang tanah, kini jenis ampyang pun makin bervariasi. Mulai dari diberi campuran cokelat cair agar rasanya lebih gurih, hingga diberi air jahe agar hasil akhirnya selain manis juga dapat menghangatkan badan. Wah mantab ya lurr!!

Selain itu, bahan dasar kacang tanah juga mengalami modifikasi nih yang disesuaikan dengan selera pasar saat ini, dikemas biar lebih hits gitu deh,,hehe. Salah satu contoh adalah di beberapa toko oleh-oleh Daerah Istimewa Yogyakarta menjual ampyang yang terbuat dari kacang mete, sudah jelas rasanya bakalan gimana di lidah. Namun untuk ampyang berbahan dasar kacang mete tentu dibandrol dengan harga yang lebih mahal daripada kacang tanah. Ada juga nih varian ampyang kelapa yang mengganti kacang dengan parutan kelapa, kemudian diberi zat pewarna biar jajanan tersebut lebih menarik, dan varian ampyang yang terbuat dari biji wijen juga tak kalah menariknya.

Yang spesial dari ampyang ini adalah bukan sekadar camilan saja, beberapa daerah di Pulau Jawa, ampyang kerap dihadirkan dalam upacara tradisional, seperti selamatan tujuh bulanan atau yang dikenal sebagai tradisi mitoni, yaitu sebuah tradisi yang dilakukan saat kehamilan seorang ibu hamil genap memasuki usia tujuh bulan. Nah, salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh si empunya hajat adalah menyiapkan tujuh jenis ampyang, meskipun tidak wajib harus dipenuhi.Manfaat Jajanan Ampyang Manis

Manfaat Jajanan Ampyang Manis

Lalu apa sih dari manfaat ampyang jajanan tradisional yang kita dapat ketika mengkonsumsi ampyang kacang ini apalagi kalo gura merah dicampur dengan salah satu tanaman toga, jahe. Termasuk dalam kategori jajanan sehat gak ya? Dilansir dari berbagai sumber, kacang tanah adalah salah satu sumber bahan pangan yang mengandung empat puluh tiga persen protein, karbohidrat sebanyak delapan persen, Vitamin E mencapai dua puluh lima persen ,serat sebanyak tiga puluh satu persen, dan beberapa kandungan bahan mineral dalam seratus gram kacang tanah.

Dari komposisi ampyang kacang tersebut prosentase protein hampir lima puluh persen nih, manteb kan..!!FYI lur, protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien yang berperan lebih penting dalam pembentukan biomolekul daripada sumber energi. Sehingga, jika organisme kekurangan energi, maka protein ini terpaksa dapat juga digunakan sebagai sumber energi. Kandungan energi protein rata-rata 4 kkal/g atau setara dengan kandungan energi karbohidrat.

Belum lagi ampyang yang menggunakan gula merah dalam adonan untuk merekatkan kacang tanah sangrai juga memiliki manfaat lho, diantaranya meningkatkan metabolisme tubuh dan menghilangkan rasa capek. Bahan yang tidak kalah penting adalah Jahe. Selain untuk aroma dan rasa, jahe ini dapat memberikan sensasi hangat pada tubuh orang yang mengkonsumsinya. Beberapa komponen kimia jahe seperti gingerol, shogaol, dan zingerone, memberi efek farmakologi dan fisiologi seperti antioksidan, antiimflammasi, analgesik, antikarsinogenik, non-toksik, dan non-mutagenik meskipun pada konsentrasi tinggi. Secara tradisional, kegunaan jahe antara lain untuk mengobati penyakit rematik, asma, stroke, sakit gigi, diabetes, sakit otot, tenggorokan, kram, hipertensi, mual, demamdan infeksi.

Dari penjelasan mengenai ampyang jajanan tradisional dan manfaatnya ini, dulur darjo tertarik bukan untuk tetap mencintai kuliner tradisional yang melegenda ini agar tetap eksis. Di Kota Sidoarjo sendiri, tepatnya di desa Krembung, kita bisa lo menikmati ampyang yang langsung diproduksi oleh penjualnya. Pasti lebih nikmat ya. So,tunggu apalagi yuk berburu ampyang di Kota Sidoarjo. Apalagi sudah memasuki musim hujan nih, jajanan ampyang ini tentu cocok menjadi teman saat hujan turun, hehe.

Leave A Reply

Your email address will not be published.