Affandi Koesoema: Sang Maestro Seni lukis Indonesia

0 11

Hai lur, pada artikel sebelumnya kami telah membahas tentang Selamat Hari Difabel Internasional pada tanggal 3 desember, sekarang GwsLur akan membahas tentang seni. Dunia seni lukis pasti tak asing dengan nama besar Affandi Koesoema. Beliau inilah yang digadang-gadang sebagai Sang Maestro seni lukis Indonesia. Mengapa bisa begitu, dulur darjo pada tau tidak?

Affandi Koesoema

Affandi Koesoema lahir di Cirebon, Jawa Barat pada tahun 1907, hingga pada 23 Mei 1990 beliau menghembuskan nafas terakhir dengan ribuan karya spektakuler yang telah diciptakan. Beliau merupakan salah satu pelukis Indonesia yang berumur panjang dan sangat produktif, dimana semasa hidupnya meninggalkan banyak karya hingga mencapai dua ribu lukisan. Maka dari itu penghargaan sebagai “Sang Maestro Seni Lukis Indonesia” kiranya sangat tepat bagi beliau. Terlebih diantara pelukis-pelukis Indonesia nama beliau sangat terkenal dalam dunia internasional, berkat gaya ekspresionis dan romantismenya yang khas. Berkat kekhasan gaya dalam lukisan Affandi banyak penikmat seni yang tertarik. Affandi pun banyak menggelar pameran tunggal pada tahun 1950-an yang tak tanggung-tanggung digelar di luar negeri beliau banyak seperti Inggris, India, Eropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif. Lalu kenapa ya lur, gaya ekspresionis pelukis Affandi ini begitu tenar dimata dunia?

Gaya ekspresionis sendiri adalah gaya atau aliran dalam seni lukis yang lebih mengutamakan curahan perasaan dan emosi seorang pelukis. Gaya ekspresionis ini bersifat bebas, bebas dalam menggali ataupun menggambarkan objek sesuai dengan imajinasi, emosi, dan perasaan yang muncul dari si pelukis. Cara unik dan luar biasa dari pelukis Affandi Koesoema dalam melukis adalah dengan menggoreskan kuas sebisanya, mengikuti alur suasana hatinya, serta mengesampingkan kaidah-kaidah dalam melukis yang formal atau teoritis yang pada umumnya dipertimbangkan oleh kebanyakan pelukis. Unsur-unsur penting dalam melukis pun tidak sarat dalam karya-karya Affandi. Beliau tidak menghiraukan komposisi, keseimbangan, bentuk, bidang, warna, dan unsur-unsur lainnya. Melukiskan perasaan dan alunan suara hatinya saat beradu dengan kanvas yang terpampang dihadapan beliau.

Untuk objek yang dituangkan dalam lukisan, Sang Maestro Seni lukis Indonesia ini tidak pernah tertarik untuk melukiskan atau menggambarkan sebuah kemapanan, perempuan cantik, maupun laki-laki tampan. Beliau lebih tertarik melukiskan sebuah potret yang tersudutkan, seperti orang-orang kecil, pengemis, nelayan, petani, orang tua, maupun objek-objek yang menggambarkan ketimpangan. Sebab, baginya ketimpangan-ketimpangan tersebut memiliki daya tarik tersendiri untuk di angkat dan dituangkan ke permukaan, sebab rata-rata orang memimpikan kemapanan dalam kehidupannya. Dari sini dulur semua bisa mengambil makna penting kehidupan juga dari analisis sebuah lukisan.Contoh Lukisan Ayam Tarung dari Affandi Koesoema

Sang Maestro Seni lukis Indonesia

Affandi Koesoema juga tidak mengenal istilah revisi ditiap hasil lukisannya. Meskipun beliau tidak memakai palet untuk mencampurkan cat serta kuas untuk menorehkan warna pada sebuah kanvas ketika menciptakan sebuah lukisan. Sebab lukisan ekspresionis dan abstrak yang diciptakan tersebut merupakan gambaran hatinya yang terwujud dalam sebuah lukisan. Ketika melukis, beliau secara langsung menggoreskan warna-warna dari tube cat ke permukaan kanvas. Kemudian warna yang telah dituang pada kanvas tersebut diusap dan dipoles dengan menggunakan jari-jemari tangannya. Begitu pula dengan pencampuran warna dilakukan langsung pada kanvas. Lelehan maupun goresan-goresan liar cat pada permukaan kanvas basah menghasilkan efek artistik dengan nilai naturalistik nya. Setiap objek yang ia lukis didominasi oleh nuansa warna dari gelap yang kemudian disusul dengan warna terang yang menciptakan kombinasi warna sangat apik. Goresan warna yang dihasilkan dari kombinasi warna tersebut sangat indah dipandang mata. Kontras warna yang dihasilkan menambah kesan menarik untuk menulusuri karya lukisan tersebut.

Potret diri merupakan salah satu tema yang paling sering diciptakan oleh Affandi Koesoema. Lukisan ini meletakan fokusnya pada wajah sosok laki-laki tua yaitu dirinya sendiri. Komposisi lukisan terdiri dari garis-garis melengkung, tebal, bergelombang, bertekstur kasar dan berantakan. Sedangkan warna yang digunakan sangatlah kontras dan hangat. Lukisan tersebut menggambarkan sang maestro, dalam suasana hati yang sangat spiritual dan emosional. Subjek lukisan sendiri merupakan cerminan diri yang sudah tua sebab mempunyai rambut putih dan kepala yang hampir botak. Dalam potret lukisan tersebut tampak pula subjek sedang menghisap pipa tembakau, yang bisa jadi menunjukan insting self destruction yang makin meningkat pada usia yang sudah tidak lagi muda. Meskipun begitu melalui tumpahan cat tersebut, Affandi masih menunjukkan gairah estetis yang membara di masa tuanya.

Karya Affandi Koesoema

Hingga saat ini para kolektor masih terus memburu karya-karya Affandi. Dari sekian ragam tema lukisan Affandi tersebut,  salah satu yang  paling digandurngi penggemarnya adalah lukisan dengan tema sabung ayam. Affandi cukup banyak melukis dengan tema ini. Salah satu hasil karya Affandi yang berjudul “Ayam Tarung”. Menggambarkan sebuah pertarungan ayam yang sengit, antara Ayam jago berwarna hitam keemasan dan ayam jago berwarna putih keemasan. Dimana lukisan tersebut merupakan simbol pertarungan antara kejahatan dan kebenaran. Hal tersebut adalah potret yang terjadi dalam kehidupan. Bahwa dalam setiap diri manusia, akan selalu dihadapkan antara dua pilihan baik dan buruk, selalu terjadi pertarungan antara keduanya. Adakalanya kebenaran harus tersingkirkan, sebaliknya adakalanya kejahatan harus terhapuskan, namun yang pasti hasil akhir kebenaran akan selalu menang. Ayam Tarung atau adu ayam juga merupakan salah satu tradisi rakyat khusunya jawa yang menjadi hiburan rakyat, dan sekaligus menjadi ajang arena pertaruhan, hanya ayam-ayam kuat terpilih yang masuk di arena pertarungan ini. Dan selanjutnya ayam terbaik yang akan memenangkan pertarungan sengit ini, untuk menjadi sang Jawara.

Saat ini sebanyak tiga ratus karya-karya lukisan Affandi Koesoema disimpan dalam salah satu museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Museum Affandi. Selain itu, benda peninggalan Affandi seperti mobil, sepeda onthel dan lain sebagainya, juga tersimpan di museum tersebut. Museum yang terletak di tepi sungai Gajah Wong ini terdiri dasri empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti dua studio, tempat pembelian tiket  dan bangunan tempat tinggal Sang Maestro. Nah itu dia review sang maestro seni lukis Indonesia versi GwsLur, semoga makin menambah khazanah seni kita ya lur. Syukur-syukur bisa terinspirasi menelurkan karya ekspresionis dan naturalis dari kegalauan kita biar lebih tersalurkan dan bermakna, siapa tahu jadi the next maestro seni lukis Indonesia, hehe.

Leave A Reply

Your email address will not be published.